Merpati Masih Hitung Kerugian Akibat Pemblokiran Bandara Turelelo

Insiden pemblokiran Bandara Turelelo-Soa, Bajawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (21/12/2013) membuat kerugian bagi Merpati.

oleh Septian Deny diperbarui 23 Des 2013, 09:40 WIB
Insiden pemblokiran Bandara Turelelo-Soa, Bajawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (21/12/2013) pagi oleh Satpol PP atas perintah Bupati Ngada Marianus Sae dibenarkan manajemen maskapai Merpati Nusantara Airlines. Akibat pemblokiran ini, Merpati batal mendaratkan pesawatnya di bandara tersebut.

"Terkait kejadian di Bandara Turolelo, Ngada, Kupang yang bisa Merpati sampaikan adalah bahwa memang betul Merpati batal mendarat pada hari Sabtu tertebut," ujar Humas Merpati Airlines Fikri melalui pesan singkat kepada Liputan6.com di Jakarta, seperti ditulis Senin (23/12/2013).

Dia mengatakan, alasan Merpati batal mendaratkan pesawatnya lantaran kondisi yang terjadi di bandara tidak memungkinkan awak pesawat melakukan pendaratan sehingga demi keselamatan penumpang, pilot pun akhirnya memilih untuk tidak mendaratkan pesawat di bandara tersebut.

"Karena Merpati mengutamakan unsur keselamatan bagi para penumpangnya. Merpati mengutamakan pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali," lanjut dia.

Merpati juga telah melakukan komunikasi dengan Bupati Ngada dan keadaan Bandara Turelelo-Soa telah berangsur normal kembali.

"Komunikasi dengan Pak Bupati Ngada sudah kami lakukan dan yang paling penting kegiatan operasional merpati di Bandara Turolelo sudah normal sejak hari ini Minggu 22 Desember 2013," jelas dia.

Sementara itu, akibat kejadian ini, Merpati masih menghitung berapa besar kerugian yang diterima. "Sementara akibat kejadian tersebut kami sedang menghitung kerugian operasional yang ada," tandas dia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com dari Forum Pemuda Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formadda) NTT, Sekjen Formadda NTT Yustinus Patris Paat menjelaskan bahwa sebelumnya, Bupati Ngada tersebut telah mendapatkan tiket Merpati.

Sesuai dengan standar umum penerbangan, pihak Maskapai Merpati juga telah berkali-kali melakukan pemanggilan, tetapi belum juga datang. Merpati akhirnya memutuskan untuk boarding.

Setelah mengundara, bupati datang lantas marah-marah karena tertinggal. Bupati langsung menelpon Satpol PP untuk memblokir Bandara. Menggunakan 1 unit mobil, Satpol PP menuju Bandara Turelelo-Soa dan menduduki landasan. Akibatnya Merpati gagal landing dan beralih ke Bandara Aroeboesman Ende.(Dny/Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya