Liputan6.com, Jakarta - Kematian adalah kepastian, dan mengurus jenazah merupakan kewajiban tiap muslim, dengan hukum fardu kifayah. Dalam pelaksanaannya, umat Islam penting memahami tata cara membaca doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan agar sholat jenazah lebih sempurna.
Merujuk buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah karya Dra. Hj. Rahmiati, M.Ag., jumhur ulama sepakat bahawa mendoakan mayat secara khusus merupakan rukun solat. Hal ini bersandarkan dalil hadis riwayat Abu Daud yang bermaksud: "Jika kamu menyolatkan jenazah, maka berdoalah untuknya dengan tulus dan ikhlas."
Advertisement
Ulama fiqh menjelaskan bahawa perbedaan utama dalam tata cara pelafalannya terletak pada penggunaan kata ganti nama atau dhamir di dalam kaedah bahasa Arab. Bagi jenazah lelaki, lafaz doa tersebut menggunakan dhamir "hu" (ـهُ), manakala bagi jenazah perempuan ia ditukar menggunakan "ha" (ـهَا).
Ketepatan melafazkan doa ini penting sebagai tanda penghormatan dan syafaat untuk jenazah. Artikel berikut akan memperinci panduan bacaan lengkap berserta terjemahannya sebagai panduan umat Islam.
1. Doa Inti pada Takbir Ketiga
Mendoakan jenazah secara khusus pada takbir ketiga adalah rukun mutlak berdasarkan kesepakatan seluruh fukaha. Hal ini berlandaskan pada sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Abu Daud yang memerintahkan: "Jika kamu menyalatkan jenazah, maka berdoalah untuknya dengan tulus dan ikhlas." Adapun redaksi doa yang paling sempurna dan dianjurkan bersumber dari hadis riwayat Imam Muslim dari sahabat 'Auf bin Malik Al-Asyja'i.
Doa untuk Jenazah Laki-laki:
Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu, wa'fu 'anhu wa 'afihi, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bima'in wa tsaljin wa baradin, wa naqqihi minal khathaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa qihi fitnatal qabri wa 'adzaban nar.
Artinya: "Ya Allah ampunilah dia (laki-laki), kasihanilah dia, maafkanlah dia, selamatkan dia, muliakan dia, lapangkan tempatnya, dan bersihkanlah dia dengan air, air salju dan embun. Sucikanlah dia dari dosa sebagaimana halnya kain yang putih bila disucikan dari noda. Dan gantilah rumahnya dengan tempat kediaman yang lebih baik, begitu pun keluarga serta istrinya dengan yang lebih berbakti, serta lindungilah dia dari bencana kubur dan siksa neraka."
Doa untuk Jenazah Perempuan:
Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَقِهَا فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahummaghfirlaha warhamha, wa'fu 'anha wa 'afiha, wa akrim nuzulaha, wa wassi' mudkhalaha, waghsilha bima'in wa tsaljin wa baradin, wa naqqiha minal khathaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilha daran khairan min dariha, wa ahlan khairan min ahliha, wa zaujan khairan min zaujiha, wa qiha fitnatal qabri wa 'adzaban nar.
Artinya: "Ya Allah ampunilah dia (perempuan), kasihanilah dia, maafkanlah dia, selamatkan dia, muliakan dia, lapangkan tempatnya, dan bersihkanlah dia dengan air, air salju dan embun. Sucikanlah dia dari dosa sebagaimana halnya kain yang putih bila disucikan dari noda. Dan gantilah rumahnya dengan tempat kediaman yang lebih baik, begitu pun keluarga serta suaminya dengan yang lebih berbakti, serta lindungilah dia dari bencana kubur dan siksa neraka."
2. Doa Penutup pada Takbir Keempat
Setelah melafalkan takbir keempat, jemaah disunahkan untuk tidak langsung mengucapkan salam, melainkan berdiri sejenak untuk berdoa memohon perlindungan dari fitnah. Ulama besar, Imam Asy-Syafi'i, menegaskan kesunahan membaca doa pada posisi ini agar jemaah tidak terhalang dari pahala kebaikan mayit. Pandangan ini sejalan dengan riwayat Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Abi Aufa, yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW biasa berdiam sejenak sebesar antara dua takbir pada takbir terakhir untuk melafalkan doa penutup.
Doa untuk Jenazah Laki-laki:
Arab: اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Latin: Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahu wa li-ikhwaninalladzina sabaquna bil-iman wala taj'al fi qulubina ghillan lilladzina amanu rabbana innaka antarra'ufur-rahim.
Artinya: "Ya Allah janganlah kami terhalang buat beroleh pahalanya, dan hindarkanlah fitnah dari kami sepeninggalnya dan ampunilah kami dan dia (laki-laki) dan saudara-saudara kami yang lebih dahulu beriman dari pada kami, dan janganlah Engkau masukkan ke dalam hati kami penyakit dengki terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang."
Doa untuk Jenazah Perempuan:
Arab: اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْلَنَا وَلَهَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Latin: Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba'daha waghfirlana walaha wa li-ikhwaninalladzina sabaquna bil-iman wala taj'al fi qulubina ghillan lilladzina amanu rabbana innaka antarra'ufur-rahim.
Artinya: "Ya Allah janganlah kami terhalang buat beroleh pahalanya, dan hindarkanlah fitnah dari kami sepeninggalnya dan ampunilah kami dan dia (perempuan) dan saudara-saudara kami yang lebih dahulu beriman dari pada kami, dan janganlah Engkau masukkan ke dalam hati kami penyakit dengki terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang."
KesimpulanMemahami kaidah tata bahasa dalam mendoakan jenazah memastikan bahwa niat dan untaian doa yang dipanjatkan tepat sasaran. Melalui penyelenggaraan ibadah salat yang sempurna berdasarkan rukun dan panduan ulama, diharapkan umat Islam senantiasa dapat memberikan penghormatan serta syafaat terbaik bagi saudara seiman yang telah berpulang ke Rahmatullah.
3. Doa setelah Sholat Jenazah dan Kesempatan Lain
Berikut adalah bacaan doa yang lazim dibaca selepas selesai solat jenazah (setelah salam), lengkap dengan tulisan Arab, rumi (Latin), dan maksudnya:
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِاَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ.اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Latin: Bismillahirrahmanirrahim.Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad.Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu.Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahu.Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar.Wa shallallahu 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam, wal-hamdulillahi rabbil 'alamin.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah selawat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan atas keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan kepadanya, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah tempat kediamannya, dan lapangkanlah tempat masuknya.Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami daripada mendapatkan pahalanya, dan janganlah Engkau datangkan fitnah kepada kami sepeninggalannya, serta ampunilah kami dan dia.Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami daripada seksa api neraka.Semoga Allah melimpahkan selawat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Catatan: Sekiranya jenazah yang disolatkan adalah perempuan, maka kata ganti untuk lelaki "-hu" (ـهُ) pada kalimat "Allahummaghfirlahu..." dan "la tahrimna ajrahu..." perlu ditukar menjadi kata ganti perempuan "-ha" (ـهَا), lantas dibaca Allahummaghfirlaha warhamha... dan seterusnya.
Pelafalan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan
Tak hanya doa jenazah yang pelafalannya berbeda antara jenazah laki-laki dan perempuan. Perbedaan penting lain adalah pada niat sholat Jenazah itu sendiri.
Niat merupakan fondasi utama dari setiap amal ibadah. Kecuali mazhab Al-Hanafiyah yang menempatkan niat sebatas syarat sah, mayoritas ulama (jumhur fukaha) sepakat bahwa niat adalah rukun dalam salat jenazah. Niat ini diikrarkan di dalam hati bersamaan dengan takbir pertama (takbiratul ihram) dengan tujuan menunaikan ibadah fardu kifayah semata-mata karena Allah SWT.
Niat untuk Jenazah Laki-laki:
Arab: أُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbiratin fardhal kifayati lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat salat atas mayat (laki-laki) ini empat takbir fardu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat untuk Jenazah Perempuan:
Arab: أُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhal kifayati lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat salat atas mayat (perempuan) ini empat takbir fardu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Hikmah Memahami Perbedaan Doa Jenazah Laki-Laki dan Perempuan
Berikut adalah 5 hikmah memahami perbedaan pelafalan doa salat jenazah untuk laki-laki dan perempuan:
1. Mewujudkan Kesempurnaan dan Kekhusyukan Ibadah
Memahami penempatan kata ganti (dhamir) yang tepat membuat jemaah benar-benar menyadari dan menghayati untuk siapa doa tersebut dipanjatkan. Kesadaran ini akan secara langsung menambah tingkat kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah salat jenazah.
2. Bentuk Penghormatan Spesifik kepada Jenazah
Islam sangat memuliakan manusia, baik saat masih hidup maupun setelah wafat. Memanjatkan doa dengan kaidah tata bahasa yang sesuai dengan jenis kelamin jenazah (menggunakan hu untuk laki-laki dan ha untuk perempuan) merupakan wujud adab, empati, dan penghormatan yang spesifik kepada individu almarhum atau almarhumah.
3. Melatih Ketelitian dalam Mengamalkan Syariat
Adanya perbedaan pelafalan ini mendidik umat Islam untuk tidak sekadar menghafal doa secara lisan semata. Hal ini menuntut umat untuk selalu teliti, peka, dan berhati-hati dalam mempraktikkan detail tuntunan syariat agar senantiasa sejalan dengan sunah Rasulullah SAW.
4. Menjaga Kaidah Bahasa Arab dalam Ibadah
Salat jenazah merupakan ibadah mahdah yang bacaan rukunnya terikat oleh teks berbahasa Arab. Memahami perbedaan peruntukan mudzakkar (laki-laki) dan muannats (perempuan) secara tidak langsung turut mengedukasi umat dalam melestarikan kemurnian tata bahasa Arab, yang merupakan bahasa pengantar Al-Qur'an dan hadis.
5. Memastikan Kesesuaian Makna dan Sasaran Doa
Secara linguistik, kesalahan dalam penggunaan kata ganti dapat mengubah arti sasaran sebuah kalimat. Memahami perbedaan doa ini memastikan bahwa esensi permohonan ampunan, rahmat, dan perlindungan dari Allah SWT benar-benar tertuju secara presisi kepada jenazah yang sedang disalatkan di hadapan jemaah.
Pertanyaan Umum Bacaan Doa Jenazah
Takbir ke-2 baca apa?
Setelah takbir kedua dalam shalat jenazah, disunnahkan untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Apa bacaan doa jenazah laki-laki?
Doa untuk jenazah laki-laki dibaca saat sholat jenazah setelah takbir ketiga. Doa ini berisi permohonan ampun, rahmat, dan perlindungan dari siksa kubur untuk almarhum.
Takbir ke-1 membaca apa?
Membaca Surah Al-Fatihah. Setelah takbir pertama (disertai ta'awudz sebelumnya), disunnahkan membaca Surah Al-Fatihah dengan suara lirih.
Apa perbedaan bacaan doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan?
Perbedaan utama bacaan doa untuk jenazah laki-laki dan perempuan terletak pada kata ganti (dhomir) bahasa Arab yang digunakan.
Takbir ke-3 baca apa?
Jika merujuk pada Sholat Jenazah, setelah takbir ketiga Anda disunnahkan membaca doa khusus untuk memohon ampunan dan rahmat bagi jenazah.