Piala Dunia 2026: Harry Kane Jadi Tumpuan Inggris, Mampukah Akhiri Penantian 60 Tahun?

Piala Dunia 2026 menjadi peluang terbesar Harry Kane membawa Inggris juara dan memperkuat peluangnya meraih Ballon d'Or.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 08 Juni 2026, 14:46 WIB
Reaksi striker Timnas Inggris, Harry Kane, saat melawan Latvia pada the Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Daugava, Riga, Latvia, Rabu (15/10/2025) dini hari WIB. (Gints Ivuskans / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung terbesar dalam karier Harry Kane bersama Timnas Inggris. Kapten Three Lions itu datang ke turnamen di Amerika Utara dengan performa terbaik sepanjang karier profesionalnya.

Setelah kegagalan di edisi 2018 dan 2022, Kane kini berada pada fase yang mungkin menjadi kesempatan terakhirnya mengangkat trofi Piala Dunia. Usianya yang akan menginjak 33 tahun setelah turnamen membuat momentum ini terasa sangat penting.

Harapan Inggris untuk mengakhiri puasa gelar mayor selama 60 tahun juga banyak bertumpu pada ketajaman sang penyerang. Dengan bekal musim luar biasa bersama Bayern Munchen, Kane terlihat siap memikul beban tersebut.


Musim Terbaik dalam Karier Harry Kane

Harry Kane berhasil mencetak hattrick saat Bayern Munchen menang 3-0 atas VfB Stuttgart pada laga final DFB Pokal musim ini di Olympiastadion Berlin, Minggu (24/05/2026) dini hari WIB. Berkat hasil tersebut, Die Bayern berhasil menjuarai DFB Pokal sekaligus mengawinkan gelar dengan Bundesliga. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Kane menjalani musim 2025-26 yang luar biasa bersama Bayern Munchen. Ia mencetak 61 gol di semua kompetisi dan menorehkan catatan terbaik sepanjang kariernya.

Sebanyak 36 gol lahir di Bundesliga, sementara 14 gol lainnya tercipta di Liga Champions. Produktivitas itu membuatnya meraih Sepatu Emas Eropa dan unggul jauh atas Erling Haaland maupun Kylian Mbappe.


Kandidat Kuat Ballon d'Or

Striker Bayern Munchen, Harry Kane, merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang SV Werder Bremen pada lanjutan Bundesliga 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) malam WIB. (Focke Strangmann / AFP)

Penampilan gemilang Kane membuat namanya masuk dalam perbincangan Ballon d'Or. Ia berpeluang menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sejak Michael Owen.

Kane tetap merendah saat membahas peluangnya. Ia memilih membuktikan kualitas melalui performa di lapangan dibanding membangun narasi pribadi.

"Saya bukan tipe orang yang ingin mengatakan bahwa saya pantas memenangkan Ballon d'Or. Saya mencoba berbicara melalui permainan di lapangan," ujar Kane kepada L'Equipe.


Misi Mengejar Rekor Piala Dunia

Striker Timnas Inggris, Harry Kane, berterima kasih kepada fans The Three Lions untuk dukungan di Daugava Stadium, Riga, Latvia, saat Inggris menang telak 5-0 atas Latvia, Rabu (15/10/2025) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan Inggris menjadi tim pertama yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 dari Eropa. (Gints Ivuskans / AFP)

Selain memburu gelar, Kane juga memiliki target pribadi di Piala Dunia 2026. Ia berpeluang mendekati bahkan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose di putaran final Piala Dunia.

Saat ini Kane telah mengoleksi delapan gol di turnamen tersebut. Jumlah itu menyamai Cristiano Ronaldo dan hanya terpaut dua gol dari rekor pemain Inggris milik Gary Lineker.

"Jika saya menjalani Piala Dunia yang bagus, saya akan bisa melewati Lineker dalam aspek itu," kata Kane.


Luka dari Qatar 2022

Penyerang Prancis Kylian Mbappe berebut bola dengan penyerang Inggris Harry Kane pada perempat final Piala Dunia 2022 di Al Bayt Stadium, Al Khor, Minggu (11/12/2022) dini hari WIB. Prancis lolos ke semifinal Piala Dunia 2022 usai menyingkirkan Inggris. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Piala Dunia 2022 meninggalkan kenangan pahit bagi Kane. Inggris tersingkir di perempat final setelah kalah dari Prancis dalam pertandingan yang diwarnai kegagalan penalti sang kapten.

Lanjut Baca:

Momen tersebut menjadi salah satu titik terberat dalam kariernya. Namun, Kane merasa pengalaman itu justru membantunya berkembang menjadi pemain yang lebih kuat. "Itu adalah momen yang sangat sulit dalam karier saya. Saya harus benar-benar kuat secara mental untuk melewatinya, dan saya berhasil," ujar Kane kepada FIFA.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya