Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksi pada awal sesi perdagangan saham Senin, (8/6/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah bursa saham Asia yang tertekan dan seluruh sektor saham memerah.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun 1,94% menjadi 5.486,31 saat dipantau pada pukul 08.58 WIB. Saat dipantau pukul 09.00 WIB, IHSG kembali tertekan turun 2,19%. Kemudian kembali melemah 2,71% menjadi 5.493. Pada pukul 09.03 WIB, IHSG turun 3,03% menjadi 5.421.
Advertisement
Indeks saham LQ45 susut 3,15% menjadi 540,18. Seluruh indeks saham acuan terpukul. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.490,11 dan level terendah 5.424,80.
Sebanyak 436 saham melemah sehingga bebani IHSG. 78 saham menguat dan 152 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 123.419 kali dengan volume perdagangan saham 1,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.099.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi melemah 3,71%, sektor saham basic turun 4,15%, sektor saham industri terpangkas 3,65%.
Lalu sektor saham consumer nonsiklikan melemah 3,01%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 3,31%, sektor saham kesehatan terperosok 2,15%. Kemudian sektor saham keuangan terpangkas 1,91%, sektor saham properti tergelincir 2,9%, sektor saham teknologi turun 1,61%, sektor saham infrastruktur melemah 4,58% dan sektor saham transportasi turun 4,69%.
Prediksi IHSG
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, 8 Juni 2026. IHSG hari ini rawan koreksi ke posisi 5.395-5.412.
IHSG merosot 4,2% menjadi 5.594 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada Jumat, 5 Juni 2026 dan masih didominasi oleh tekanan jual.
Secara mingguan atau weekly, IHSG terpangkas 8,69% dan disertai dengan ada peningkatanan tekanan jual
“Posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) darn wave [v] dari wave 5. Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5.395-5.412,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
Rekomendasi Saham
Ia menuturkan, hal itu juga sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan moving average (MA) 200 secara monthly.
Herditya menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.517,5.381 dan level resistance 5.941,6.588.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG akan melemah dengan level support dan level resistance 5.370-5.730.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).
Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Rekomendasi Teknikal
1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness
Saham ANTM terkoreksi 0,36% ke 2.750 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini berada di awal wave 4 dari wave (C),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 2.690-2.740
Target Price: 3.020, 3.200
Stoploss: below 2.630
2.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Buy on Weakness
Saham BRMS terkoreksi 1,92% ke 510 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi BRMS sedang berada pada bagian awal dari wave 4 dari wave (C).
Buy on Weakness: 494-510
Target Price: 610, 660
Stoploss: below 482
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness
Saham MBMA menguat 0,46% ke 434 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi MBMA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B),” kata dia.
Buy on Weakness: 390-418
Target Price: 472, 520
Stoploss: below 374
4.PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) - Sell on Strength
Saham DAAZ menguat 7,60% ke 1.840 dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi penguatan DAAZ masih tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi pergerakan DAAZ saat ini sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C), sehingga DAAZ masih rawan berbalik terkoreksi ke rentang area 860-1.135,” ujar dia.
Sell on Strength: 1.930-2.070
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.