Liputan6.com, Semarang: Kebakaran hebat melanda Pasar Karang Jati, Jalan Raya Ungaran-Klepu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Ahad (9/5) malam. Sekitar 300 kios terbakar dan kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar. Hingga kini, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut saksi mata, percikan api muncul pertama kali pada pukul 20.30 WIB, di kios buah milik Bu Karno--yang berada di tengah pasar. Api yang diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik itu sebetulnya sudah berusaha dipadamkan, namun tidak berhasil. Dalam waktu singkat, si jago merah terus membesar disertai bunyi ledakan.
Dua mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Semarang yang berusaha memadamkan api tidak mampu berbuat banyak. Apalagi pada saat bersamaan, angin bertiup kencang sehingga api melebar dengan cepat ke kios-kios lainnya. Api baru dapat dipadamkan pukul 23.00 WIB, setelah sebagian besar kios hangus terbakar. Akibat kebakaran ini, jalur lalu lintas Semarang menuju Solo dan Yogyakarta macet. Pemerintah Semarang berjanji mencarikan lokasi penampungan sementara untuk ratusan pedagang.
Kasus serupa sebelumnya terjadi di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng. Ratusan kios hangus. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah [baca: Pasar Wage Purwokerto Terbakar].
Si jago merah juga mengamuk di Jalan Liwe III, Grogol, Jakarta Barat, Senin (10/5). Sedikitnya 26 rumah hangus terbakar dan 130 jiwa kehilangan tempat tinggal. Asal api diduga akibat ledakan kompor gas di rumah kontrakan yang dihuni keluarga Martha, sekitar pukul 05.10 WIB.
Karena letak rumah yang berdekatan, api dengan cepat melalap tiga rukun tetangga (RT) di kawasan tersebut. Sekitar 13 mobil pemadam yang datang baru dapat mengatasi kebakaran sekitar tiga jam kemudian.
Sambaran api yang begitu cepat membuat warga tidak dapat menyelamatkan harta bendanya. Warga korban kebakaran ini untuk sementara ditampung di Balai Pertemuan Wanita Grogol. Sejauh ini, belum diketahui jumlah korban jiwa dan kerugian akibat kebakaran ini.(TOZ/Yudi Sutomo dan Ary Trisna)
Menurut saksi mata, percikan api muncul pertama kali pada pukul 20.30 WIB, di kios buah milik Bu Karno--yang berada di tengah pasar. Api yang diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik itu sebetulnya sudah berusaha dipadamkan, namun tidak berhasil. Dalam waktu singkat, si jago merah terus membesar disertai bunyi ledakan.
Dua mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Semarang yang berusaha memadamkan api tidak mampu berbuat banyak. Apalagi pada saat bersamaan, angin bertiup kencang sehingga api melebar dengan cepat ke kios-kios lainnya. Api baru dapat dipadamkan pukul 23.00 WIB, setelah sebagian besar kios hangus terbakar. Akibat kebakaran ini, jalur lalu lintas Semarang menuju Solo dan Yogyakarta macet. Pemerintah Semarang berjanji mencarikan lokasi penampungan sementara untuk ratusan pedagang.
Kasus serupa sebelumnya terjadi di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng. Ratusan kios hangus. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah [baca: Pasar Wage Purwokerto Terbakar].
Si jago merah juga mengamuk di Jalan Liwe III, Grogol, Jakarta Barat, Senin (10/5). Sedikitnya 26 rumah hangus terbakar dan 130 jiwa kehilangan tempat tinggal. Asal api diduga akibat ledakan kompor gas di rumah kontrakan yang dihuni keluarga Martha, sekitar pukul 05.10 WIB.
Karena letak rumah yang berdekatan, api dengan cepat melalap tiga rukun tetangga (RT) di kawasan tersebut. Sekitar 13 mobil pemadam yang datang baru dapat mengatasi kebakaran sekitar tiga jam kemudian.
Sambaran api yang begitu cepat membuat warga tidak dapat menyelamatkan harta bendanya. Warga korban kebakaran ini untuk sementara ditampung di Balai Pertemuan Wanita Grogol. Sejauh ini, belum diketahui jumlah korban jiwa dan kerugian akibat kebakaran ini.(TOZ/Yudi Sutomo dan Ary Trisna)