Iran Tuduh AS Tolak Visa Pejabat Timnas Jelang Piala Dunia 2026

Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 15 pejabat administrasi ditolak masuk ke AS.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 07 Juni 2026, 12:08 WIB
Pemain Timnas Iran berpose di Bandara Antalya, Turki, sebelum terbang ke Meksiko untuk mengikuti Piala Dunia FIFA 2026 pada 6 Juni 2026. Pada hari yang sama, Iran memprotes Amerika Serikat karena menolak visa bagi sejumlah staf pendukung tim. (Handout / Iran Football Federation Press Office / AFP)

Liputan6.com, Teheran - Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat melakukan diskriminasi terhadap tim nasional sepak bolanya setelah menolak visa bagi sejumlah pejabat dan staf pendukung menjelang Piala Dunia 2026.

Tuduhan itu muncul hanya beberapa jam setelah Washington mengonfirmasi bahwa seluruh pemain Timnas Iran serta staf pendukung yang dianggap diperlukan telah memperoleh visa untuk mengikuti turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kedutaan Besar Iran di Turki menyatakan AS telah menolak visa bagi sejumlah anggota penting delegasi, termasuk staf manajerial, eksekutif, dan penasihat teknis tim, dikutip dari BBC, Minggu (7/6/2026).

Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 15 pejabat administrasi ditolak masuk ke AS. Mereka disebut mencakup ketua federasi sepak bola Iran, wakil ketua federasi, serta direktur media tim nasional.

Dalam pernyataannya, pihak Iran menuduh Washington melakukan "campur tangan yang bias secara politik dalam olahraga" dan menyebut kebijakan visa tersebut sebagai bentuk perlakuan diskriminatif terhadap negaranya.

"Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim sepak bola nasional Iran ke tingkat tertinggi," demikian pernyataan otoritas Iran.

Iran juga meminta FIFA, badan sepak bola dunia, untuk turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

Sementara itu, pejabat AS menegaskan visa telah diberikan kepada seluruh pemain dan staf yang diperlukan untuk mengikuti kompetisi. Namun Washington menekankan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran "menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih palsu."

Timnas Iran berangkat dari kamp pelatihan mereka di Turki menuju Meksiko pada Minggu (7/6), yang akan menjadi markas tim selama turnamen berlangsung. Skuad diperkirakan tiba pada Minggu dini hari setelah penerbangan sekitar 20 jam.

Menurut Duta Besar Iran untuk Meksiko, ketentuan visa yang diberikan mengharuskan tim Iran masuk dan keluar dari wilayah Amerika Serikat pada hari yang sama dengan jadwal pertandingan mereka.

 

Piala Dunia Dimulai 11 Juni

Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni dan menjadi edisi pertama yang mempertemukan negara tuan rumah dengan tim peserta dari negara yang sedang berkonflik secara langsung dengannya.

Iran memastikan tiket ke putaran final setelah finis sebagai juara grup pada babak kualifikasi Maret 2025, jauh sebelum pecahnya perang antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebagai langkah antisipasi, Iran telah memindahkan pusat pelatihannya dari Tucson, Arizona, ke Meksiko pada akhir Mei lalu.

Di sisi lain, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan tetap berkomitmen menjamin keamanan masyarakat Amerika dan seluruh peserta Piala Dunia 2026. Lembaga tersebut juga menyebut telah berkoordinasi dengan berbagai instansi pemerintah untuk mengamankan 11 kota tuan rumah turnamen, termasuk Los Angeles yang akan menjadi lokasi laga pembuka Iran pada 15 Juni mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya