Menhan AS: Penganiaya Tahanan Akan Diadili

Janji tersebut berkaitan dengan penganiayaan yang dilakukan sejumlah tentara AS terhadap tahanan asal Irak. Pentagon menegur keras enam perwira tinggi yang terlibat skandal memalukan itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Mei 2004, 08:27 WIB
Liputan6.com, Arlington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld menegaskan penganiayaan tahanan Irak seperti yang telah disiarkan media massa beberapa hari terakhir adalah perbuatan yang sama sekali tak terpuji. Rumsfeld berjanji akan mengadili orang yang bertanggung jawab. Pernyataan ini disampaikan di Arlington, Amerika Serikat, baru-baru ini. Ironisnya, Rumsfeld sama sekali tak meminta maaf atas ulah bawahannya itu.

Mengulangi pernyataan Presiden AS George Wlaker Bush, Rumsfeld mengatakan, penganiayaan tersebut tak mencerminkan cara kerja tentara AS pada umumnya. Karena itu, pemerintah AS akan menyelidiki dan menangkap orang-orang yang bertanggung jawab serta memastikan perbaikan di masa mendatang. Rumsfeld menjelaskan, skandal itu juga akan ditangani sesuai dengan kode prosedur peradilan militer yang seragam. Saat ini, Pentagon menegur keras enam perwira tinggi yang terlibat skandal menghebohkan itu.

Asal tahu saja, skandal menyebar luas sejak beberapa hari silam sebuah stasiun televisi AS menayangkan foto-foto penganiayaan tahanan Irak di Penjara Abu Ahraib, dekat ibu kota Baghdad [baca: Kekejaman Tentara AS di Penjara Irak Dibeberkan]. Foto-foto tersebut antara lain menunjukkan para tawanan telanjang dalam pose yang sangat memalukan.(ORS/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya