Liputan6.com, Pekanbaru: Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau memastikan bom yang meledakkan dua rumah toko di Jalan Soekarno Hatta (dulu Arengka), Pekanbaru, adalah jenis campuran C4 (bom plastik bernama Composition Four), RDX (Royal Demolition Explosive, dengan nama kimia Cyclotrimethylenetrinitramine), dan amonium nitrat. Penemuan ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigadir Jenderal Polisi Deddy S. Komaruddin di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (4/5).
Sejak pagi Tim Puslabfor dan Jihandak menyelidiki TKP. Mereka menemukan timer dan sejumlah partikel bahan peledak. Deddy menambahkan, bom ini mempunyai daya ledak tinggi. Jadi tidak heran menghancurkan rumah toko dan merusakkan sebuah toko yang berada di sebelahnya [baca: Pekanbaru Diguncang Bom].
Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik dari Medan, Sumatra Utara, yang diikutsertakan mengungkap kasus ini menemukan jasad Dewi Sriyati di antara reruntuhan, siang tadi. Dengan penemuan jasad Dewi, jumlah korban yang tewas bertambah menjadi dua orang dan empat penghuni ruko lainnya terluka. Dewi adalah karyawan ruko yang pada saat kejadian sedang tidur di lantai satu.
Kapolda Riau Deddy membantah kalau insiden ini berhubungan dengan kasus bom lainnya. Asal tahu saja, hari ini di Pekanbaru juga tengah digelar persidangan kasus bom malam Natal pada 2000 lampau [baca: Pekanbaru Kembali Digegerkan Ledakan Beruntun]. Terdakwa yang disidangkan adalah Datuk Rajo Ameh alias Muhtar Tandjung atau Datuk.(DNP/Yusril Ardanis)
Sejak pagi Tim Puslabfor dan Jihandak menyelidiki TKP. Mereka menemukan timer dan sejumlah partikel bahan peledak. Deddy menambahkan, bom ini mempunyai daya ledak tinggi. Jadi tidak heran menghancurkan rumah toko dan merusakkan sebuah toko yang berada di sebelahnya [baca: Pekanbaru Diguncang Bom].
Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik dari Medan, Sumatra Utara, yang diikutsertakan mengungkap kasus ini menemukan jasad Dewi Sriyati di antara reruntuhan, siang tadi. Dengan penemuan jasad Dewi, jumlah korban yang tewas bertambah menjadi dua orang dan empat penghuni ruko lainnya terluka. Dewi adalah karyawan ruko yang pada saat kejadian sedang tidur di lantai satu.
Kapolda Riau Deddy membantah kalau insiden ini berhubungan dengan kasus bom lainnya. Asal tahu saja, hari ini di Pekanbaru juga tengah digelar persidangan kasus bom malam Natal pada 2000 lampau [baca: Pekanbaru Kembali Digegerkan Ledakan Beruntun]. Terdakwa yang disidangkan adalah Datuk Rajo Ameh alias Muhtar Tandjung atau Datuk.(DNP/Yusril Ardanis)