Cerita Warga Jakarta Tangkal Gangguan Air PAM

Di beberapa wilayah di Jakarta, air PAM sempat mengalir kecil, bahkan ada yang mati total.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 06 Juni 2026, 19:58 WIB
Aliran air di keran rumah seorang warga di Jakarta yang mengalir tak seperti biasanya. (Liputan6.com/ Rifqy)

Liputan6.com, Jakarta - Keran air di sejumlah rumah warga di beberapa kawasan Jakarta tak mengalir seperti biasa sejak Jumat, 5 Juni 2026. Di sejumlah wilayah, debit air yang mengalir terpantau mengecil, sementara di kawasan lainnya ada yang mati total.

Kondisi ini bukan muncul tanpa sebab. Pemeliharaan kelistrikan di Gardu milik PLN yang berdampak pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I di Jalan Penjernihan II, Pejompongan, Jakarta Pusat. Dampak tersebut memengaruhi pada distribusi air PAM Jaya ke sejumlah wilayah menjadi terganggu.

Di tengah terik matahari, Novi, pemilik warung nasi di kawasan Duri Pulo tampak sibuk mencuci tumpukan piring bekas pelanggannya. Ia mengaku mendapatkan kabar bahwa PAM Jaya akan menghentikan sementara aliran air ke sejumlah wilayah. Informasi ini membuatnha resah, mengingat air menjadi kebutuhan utama baginya, termasuk menjalankan usahanya sehari-hari.

Namun, hal yang dikhawatirkan Novi tak sepenuhnya terjadi. Sejak kemarin Jumat (5/6/2026), aliran air PAM dikediamannya tidak sepenuhnya mati. Meski demikian, aliran air di rumahnya lebih kecil dibandingkan biasanya.

"Kemarin semalem sempet kecil tumben. Biasanya gede-gede. Mama saya nadangin air terus takutnya mati (total)," ungkapnya kepada Liputan6.com, Sabtu (6/6/2026).

Meski sempat khawatir pasokan air terhambat, Novi bersyukur aliran air hanya berkurang saja debitnya. Ia dan keluarga juga memilih untuk antisipasi dengan menampung air. Baginya, sekecil apapun aliran air jauh lebih berharga dibandingkan kehilangan pasokan sama sekali, apalagi bisa mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Novi menyebut, mayoritas warga di sekitar rumahnya bergantung pada air PAM, jarang yang memanfaatkan air sumur. Oleh karena itu, apabila distribusi air tersebut terganggu, aktivitas warga akan sangat terdampak.

Antisipasi serupa juga dilakukan oleh salah satu warga Kebon Kacang, Noval. Meski aliran air PAM Jaya di tempat tinggalnya tidak berhenti total, ia tetap melalukan antisipasi dengan menyiapkan air cadangan di beberapa ember tambahan.

Langkah ini dilakukan oleh pria yang akrab dipanggil Opang tersebut, setelah mendengar kabar potensi gangguan aliran air. Dia mengaku, informasi tersebut didapatkan melalui mulut ke mulut dari tentangga, serta berita yang dilihat di sosial media.

"Udah antisipasi cuman nggak ada apa-apa, agak sedikit kecil (air mengalir)," kata Noval.

Terlepas dari jadi atau tidaknya hambatan aliran air tersebut, akses air adalah hal penting baginya. Apalagi air tersebut diperuntukan untuk kebutuhn sehari-hari.

"Ibaratnya orang tua ini punya usaha makan gitu kan. Nah, dia itu bisa berpengaruh gitu kan karena ya air bersih itu juga kan untuk mengolah makanan kan, baik itu mencuci, merebus, dan lain-lain," kata Noval.

Menurutnya, gangguan pasokan atau terhambatnya aliran air akan berdampak signifikan untuk operasional usaha sehari-harinya.

 

Keresahan Anak Kos

Tak jauh dari Duri Pulo, keresahan yang sama juga dirasakan oleh Rosa, yang tinggal di sebuah kos daerah Kebon Sirih. Kemarin, ia merasakan aliran air yang terhenti. Meski tak berlangsung lama, kondisi ini membuat dia dan penghuni kos lainnya terganggu.

"Berdampak bagi penghuni kos karena berbagai aktivitas itu kayak mandi, mencuci pakaian, terus mencuci peralatan makan, sampai kebutuhan kebersihan lainnya," jelas Rosa.

Kondisi yang dihadapi Rosa dan penghuni kos lain menjadi salah satu contoh betapa pentingnya air bersij sebagai kebutuhan utama. Mereka hanya berharap, apabila kondisi ini terjadi kembali di kemudian hari, alangkah baiknya proses pemulihan dilakukan lebih cepat.

"Penanganan yang lebih cepat agar aktivitas tidak terganggu dalam jangka waktu yang lama gitu," keluhnya.

Sementara itu, di kawasan Bendungan Hilir, yang berdekatan dengan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan milik PAM Jaya, Rizki, pemilik warung kopi mengaku tak terdampak langsung dari gangguan tersebut.

Rizki tidak mengetahui secara pasti kabar aliran air PAM Jaya akan terhambat. Menurutnya, pemilik usaha sekitar lokasi tersebut hanya merasakan aliran air yang kecil, itupun disebabkan akibat penggunaan air secara bersamaan karena berasal dari sumber yang sama.

"Nggak pernah, paling kalau pake semua kecil gitu doang bareng-bareng," jelas Rizki.

Meski dampak langsung setiap daerah tidak sama, pasokan air bersih tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat. Mulai dari penghuni kos, pelaku usaha, atau warga secara umum betul-betul bergantung pada pasokan aliran air.

Terkadang setiap masalah memang harus dihadapi, tapi mereka berharap kondisi dapat diminimalkan, serta penanganannya dipercepat. Dengan demikian, aktivitas warga tidak sepenuhnya tergangu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya