Lift Monas Masih Belum Berfungsi

Lift masih macet, pengunjung Monas, Jakarta Pusat, masih belum bisa menyaksikan pemandangan Ibu Kota dari puncak Monas. PT Tilar, kontraktor pemasang lift akan dipanggil Dinas Kebudayaan Pemda Jakarta.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Mei 2004, 23:57 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pengunjung obyek wisata Monumen Nasional, Jakarta Pusat, belum dapat menyaksikan pemandangan Ibu Kota dari puncak Monas. Sebab, hingga Senin (3/5) siang, lift yang menuju puncak tugu masih diperbaiki, termasuk diuji beban sebelum dipakai kembali untuk umum.

Lift Monas macet, Ahad kemarin, sekitar pukul 14.45 WIB, yang berbuntut dengan tertahannya ratusan pengunjung di puncak Monas. Mereka akhirnya memutuskan turun menggunakan tangga darurat [baca: Lift Monas Macet, Pengunjung Terjebak]. PT Tilar selaku kontraktor pemasang lift akan dipanggil Kantor Dinas Kebudayaan Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota untuk menjelaskan penyebab kemacetan lift baru seharga Rp 1,7 miliar itu. Lift yang dioperasikan sejak empat bulan silam tersebut sudah dua kali tak berfungsi.

Ratusan kios di Pasar Wage, Purwokerto, Jawa Tengah, hangus terbakar. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian menyusul amukan si jago merah diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Api pertama kali dilihat di Blok C yang ditempati pedagang sayur dan buah-buahan. Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Banyumas baru bisa memadamkan api setelah dibantu tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara. Sejauh ini, Kepolisian Resor Banyumas masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut [baca: Pasar Wage Purwokerto Terbakar].

Kebakaran juga menghanguskan sepuluh toko elektronik di pertokoan Pasar Kramatjati, Jakarta Timur. Para pemilik toko berupaya mencari barang dagangan yang masih bisa diselamatkan. Diduga, musibah yang menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah ini disebabkan hubungan pendek arus listrik. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini [baca: Sepuluh Toko di Pertokoan Kramatjati Terbakar].

Ratusan orang yang menamakan diri Gerakan Pemuda Islam Surakarta berunjuk rasa di Markas Kepolisian Wilayah Surakarta, Jawa Tengah. Mereka mengecam tindakan polisi yang dinilai brutal dalam insiden penyerbuan Kampus Universitas Muslim Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, dan pemindahan Ustad Abu Bakar Ba`asyir dari Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, ke Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

Pengunjuk rasa sempat merusak pagar Mapolwil Surakarta dan memukul Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Ajun Komisaris Besar Polisi Lutfi Luhbianto yang berada di dekat demonstran. Untunglah kericuhan itu berhasil dihentikan setelah sebagian demonstran menenangkan pengunjuk rasa lainnya. Namun saat akan pulang, kericuhan kembali terjadi saat seorang peserta aksi dipukul pengunjuk rasa lainnya [baca: Massa Surakarta Kembali Berunjuk Rasa di Mapolwil].(SID/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya