Tewas Dibunuh 24 November, WNI Belum Dipulangkan dari Kanada

Pelaku bernama Marcel Cristian Niculae berusia 20 tahun dan sempat kabur dari Kanada.

oleh RizDiterbitkan 11 Desember 2013, 16:00 WIB

Seorang warga negara Indonesia (WNI) ditemukan tewas di Aladdin Motel, Edmonton, Alberta, Kanada, pada 24 November 2013. Sudah 17 hari berlalu, jenazah pria bernama Jon Syah Ribut belum dipulangkan ke tanah air.

Seperti dimuat media lokal, Edmonton Sun, Rabu (11/12/2013), pria berusia 35 tahun itu check-in di Aladdin Motel pada 23 November 2013 pukul 14.00 WIB. Keesokan paginya, pada 24 November, ia ditemukan tak bernyawa di kamar hotel.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kepolisian setempat berhasil membekuk seorang tersangka pembunuhan terhadap Jon Syah. Ia adalah seorang pria asli Edmonton bernama Marcel Cristian Niculae, berusia 20 tahun.

"Ribut tewas setelah melakukan pertemuan dengan pelaku. Kita menangkap hasil rekaman telepon pelaku dengan korban," kata polisi, Andre Francois.

Dia menjelaskan, usai melakukan aksinya, Marcel melarikan diri ke luar Kanada. Ia sempat ke Amsterdam, Belanda, dan Bangkok, Thailand. Si tersangka akhirnya ditangkap di Bandara Internasional Calgary, Kanada.

Enam hari setelah pembunuhan, kepolisian lokal merilis foto Ribut. Ia diketahui WNI yang bekerja di 7-Eleven Edmonton. Jon Syah masuk Kanada pada Juli 2012.

"Kami telah mengumpulkan bukti-bukti, dari catatan telepon sampai menginterogasi sejumlah saksi dan rekaman video," ujar Andre.

Lewat akun Facebooknya, seperti dimuat Edmonton Sun, saudara kandung korban bernama Mulia Budi menyatakan, Jon Syah bekerja di Kanada sejak 2012, demi mengumpulkan uang buat bayar utang. "Keluarga kami sangat bersedih," ujar Mulia.

Marcel kini meringkuk di penjara. Ia dijadwalkan menjalani sidang perdana pada 16 Desember 2013 mendatang.

Seorang WNI di Edmonton, Kanada, Edic mengonfirmasi bahwa hingga kini jenazah Jon Syah masih berada di Kanada.

"Dari tayangan berita televisi setempat, saya lihat kasus dia. Ia masih di rumah sakit di Edmonton. Katanya sih belum dipulangkan karena keluarga nggak punya uang," ujar Edic di Edmonton saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Rabu (11/12/2013).

Dia mengaku tidak kenal dengan Jon Syah. Tapi sebagai sesama WNI, ia pernah bertemu dalam sebuah pertemuan di Edmonton. "Setahu saya dia kasir di 7-Eleven di Edmonton," ujar WNI yang bekerja sebagai staf customer service perusahaan jasa di Kanada itu. (Riz/Yus)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya