Kementerian PU Bakal Uji Coba Ulang Sistem Bayar Tol Tanpa Sentuh

Kementerian PU menyiapkan sejumlah skenario untuk persiapkan uji coba ulang sistem bayar tol tanpa sentuh.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 05 Juni 2026, 20:30 WIB
Sejumlah pengguna jasa tol saat melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Selasa (24/11/2020). Sistem baru tersebut bertujuan mengurangi kepadatan di gardu pembayaran jalan tol. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) akan uji coba ulang sistem bayar tol tanpa sentuh atau multi lane free flow (MLFF). Uji coba ulang dilakukan untuk memastikan kecocokan sistem bisa berjalan di Indonesia.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati mengatakan, pihaknya sedang mendata ulang mengenai uji coba sistem bayar tol tanpa sentuh. Meskipun, saat ini MLFF sempat menjalani tahap pra-uji coba.

"Kita lagi melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini bisa diaplikasikan gak terhadap ekosistem jalan tol di Indonesia," kata Komang di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dia menjelaskan, tim BPJT hingga PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sedang menyiapkan sejumlah skenario uji coba MLFF. Utamanya menyoroti beberapa aspek yang perlu dilakukan uji coba ulang.

"Ini sedang menyiapkan penyiapan skenario-skenario untuk mendetailkan yang harus diujicobakan kembali untuk memastikan bahwa sistem ini bisa diaplikasikan di ekosistem jalan tol kita," tuturnya.

Sistem MLFF sempat diuji coba beberapa kali di sejumlah titik. Perbedaan yang paling jelas, pengguna jalan tol tak perlu berhenti untuk membayar tarif tol. Sementara, sistem pembayaran tol saat ini masih memanfaatkan tindakan fisik dengan kartu elektronik.

Belum Uji Coba Luas

Sebelumnya, pemerintah memastikan implementasi sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) saat ini masih berada pada tahap pra-uji coba, yang mencakup pelaksanaan functional test, dan belum memasuki fase uji coba secara luas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menegaskan bahwa pengembangan MLFF merupakan bagian dari transformasi sistem layanan jalan tol nasional yang dilakukan secara bertahap dan terukur.

“Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan,” ujar Wilan dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu.

 

 

Masih Pra-Uji Coba

Sejumlah pengguna jasa tol saat melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Selasa (24/11/2020). Kementerian PUPR segera menerapkan teknologi transaksi pembayaran tol non-tunai tanpa sentuh (nir-sentuh) atau multi-lane free flow (MLFF). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Wilan menjelaskan, saat ini pengembangan MLFF masih berada pada tahap awal (pra-uji coba) sebelum masuk ke fase uji coba yang lebih luas.

"Saat ini kami masih berada pada tahap pra-uji coba yang mencakup functional test. Tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh,” jelasnya.

Selain aspek teknologi, kesiapan pengguna menjadi faktor kunci dalam implementasi MLFF. Meskipun penetrasi penggunaan smartphone di masyarakat relatif tinggi, masih terdapat tantangan terkait literasi digital, akses teknologi, serta kepatuhan pengguna dalam mengikuti sistem yang berlaku.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya