Wuling Eksion EV Ternyata Lebih Laris Ketimbang PHEV, Ini Alasannya

Wuling Eksion menjadi senjata baru pabrikan di segmen sport utility vehicle (SUV) elektrifikasi di Indonesia

oleh Arief AszhariDiterbitkan 05 Juni 2026, 15:13 WIB
Wuling Eksion EV Ternyata Lebih Laris Ketimbang PHEV, Ini Alasannya (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Wuling Eksion menjadi senjata baru pabrikan di segmen sport utility vehicle (SUV) elektrifikasi di Indonesia. Model anyar yang sudah diproduksi secara lokal di Cikarang, Jawa Barat ini, hadir dalam dua varian, yaitu listrik murni atau EV dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Menurut Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, sejak pertama kali dipasarkan, Wuling Eksion sudah terpesan sebanyak 1.500 unit, dan terkirim sebanyak hampir 1.000 unit. Sedangkan untuk varian yang lebih laris, masih didominasi oleh listrik murni alias EV.

"Ya EV 70 persen, dan PHEV 30 persen. Jadi, memang masih (besar) yang EV," jelas Gomgom, saat acara media test drive Wuling Eksion, di Purwokerto, Jawa Tengah.

Gomgom mengatakan, faktor utama dari lebih larisnya varian EV Wuling Eksion dibanding PHEV bukan hanya dilihat dari harga yang lebih murah. Imej Wuling, sebagai salah satu pabrikan yang banyak meluncurkan banyak mobil listrik murni, juga menjadi salah satu faktor pendukung lainnya.

"Jadi, ketika kita hadirkan yang EV, maka orang akan berpikir ya kalau Wuling beli EV. Jadi, lebih ke top of mind dari masyarakat sebenarnya," tegas Gomgom.

Bahkan, fenomena lebih laris varian listrik murni, dibanding PHEV juga terjadi untuk Wuling Darion. "Ini juga sama seperti Darion, 80 persen ini EV dan 20 persennya PHEV," tukas Gomgom.

Dari sisi dimensi, Wuling Eksion merupakan SUV tiga baris dengan panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm, serta wheelbase 2.810 mm.

Proporsi ini memberikan ruang kabin yang lega di setiap baris sekaligus mendukung stabilitas berkendara.

Spesifikasi Wuling Eksion

Wuling Eksion EV Ternyata Lebih Laris Ketimbang PHEV, Ini Alasannya (Arief A/Liputan6.com)

Kenyamanan berkendara turut didukung oleh penggunaan suspensi McPherson pada bagian depan dan multi-link independent pada bagian belakang.

Dari sisi performa, varian Plug-in Hybrid (PHEV) mengusung mesin 1.5L dedicated hybrid engine yang dipadukan dengan motor listrik dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Kombinasi ini menghasilkan tenaga mesin sebesar 105 hp dengan torsi 130 Nm, serta motor listrik 195 hp dengan torsi 230 Nm, didukung baterai berkapasitas 20,5 kWh, sehingga mampu menempuh jangkauan gabungan lebih dari 1.000 km (berdasarkan pengujian CLTC).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya