Kemenag Dobrak Tradisi, Belasan Penyuluh Perempuan Pimpin Kantor KUA

Kementerian Agama mengukir sejarah baru dalam transformasi kelembagaan dengan melantik 15 perempuan dari unsur Penyuluh Agama Islam sebagai Kepala KUA.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 04 Juni 2026, 22:22 WIB
Pelantikan para Kepala KUA se-Indonesia ini digelar di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 15 perempuan dari unsur Penyuluh Agama Islam resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai Kepala KUA. Pelantikan belasan perempuan ini tercatat jadi yang pertama dan terbanyak  dilakukan dalam sistem birokrasi dan transformasi kelembagaan Kantor Urusan Agama (KUA).

Prosesi pelantikan akbar para Kepala KUA se-Indonesia ini digelar di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). Langkah progresif ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024 dan KMA Nomor 1644 Tahun 2025 yang membuka lebar pintu bagi Penyuluh Agama Islam untuk memimpin KUA.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa momentum ini menandai era baru kepemimpinan KUA yang jauh lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan umat.

Kebijakan ini juga selaras dengan visi Menteri Agama Nasaruddin Umar yang ingin memosisikan KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang adil dan setara. Kemenag kini memberikan porsi yang sama bagi pejabat fungsional Penghulu maupun Penyuluh Agama Islam untuk memegang tongkat kepemimpinan.

“Dengan kesempatan yang sama bagi penghulu dan penyuluh agama Islam, diharapkan seluruh fungsi KUA dapat terlaksana maksimal dan seluruh jenis layanan KUA dapat disediakan secara proporsional,” ujar Abu Rokhmad di sela-sela acara pelantikan, Kamis.

 

KUA Bukan Sekadar Tempat Catat Nikah

Ilustrasi Buku nikah. ©2013 Merdeka.com

Abu Rokhmad menambahkan, kehadiran kaum perempuan di pucuk pimpinan KUA tingkat kecamatan akan membawa warna baru. Pengalaman panjang para penyuluh perempuan dalam mendampingi majelis taklim, komunitas keagamaan, serta program ketahanan keluarga dinilai menjadi modal sosial yang sangat berharga.

Lebih luas lagi, Abu menegaskan bahwa paradigma masyarakat tentang KUA harus diubah. Saat ini, instansi tersebut telah bertransformasi menjadi pusat layanan keagamaan multisektor.

Layanan KUA kini mencakup pembinaan keluarga sakinah, bimbingan perkawinan, pemberdayaan kemasjidan, tata kelola zakat dan wakaf, penentuan hisab rukyat, hingga penguatan toleransi kehidupan beragama di akar rumput.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala KUA saat ini akan menjadi momentum bersejarah tentang era baru KUA sebagai pusat layanan keagamaan,” tegas Abu.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemenag, Muhammad Zain, memastikan bahwa pengangkatan para penyuluh perempuan ini telah melalui proses kajian mendalam dan penyaringan yang panjang sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Pihaknya memastikan seluruh tahapan asesmen berjalan profesional dengan mengedepankan aspek kompetensi, rekam jejak kinerja, serta kebutuhan riil organisasi di lapangan.

“Biro SDM berkomitmen memastikan setiap proses pengangkatan jabatan berjalan sesuai prosedur dan mendukung kebutuhan organisasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” kata Muhammad Zain.

 

 

Daftar 15 Perempuan Pelopor Kepala KUA di Indonesia

 

Dari total jajaran Kepala KUA yang dilantik, 15 di antaranya merupakan perempuan pelopor yang berasal dari rumpun jabatan fungsional Penyuluh Agama Islam dari berbagai daerah.

Berikut adalah daftar lengkap 15 perempuan yang mengukir sejarah baru tersebut:

  1. Andi Ariani Hidayat - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa

  2. Uun Kurniasih - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu

  3. Lilik Hanifah - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung

  4. Siti Khotijah - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung

  5. Thuchfatul Syafa'atun Muniro - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan

  6. Siti Mustaqilah - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep

  7. Mufaroha - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan

  8. Sainiyah - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan

  9. Eijiyah Ainun Bisari - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau

  10. Siti Zahirah Said - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan

  11. Mustika - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan

  12. Sri Sartika - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau

  13. Siti Hajir - Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh

  14. Rapika - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu

  15. Pitriani - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu

Tag Terkait

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya