Liputan6.com, Denpasar: Kampus Politeknik Kesehatan (Poltek) Denpasar heboh. Sebanyak 15 mahasiswanya kesurupan saat mengadakan upacara Guru Piduka atau memohon maaf kepada dewa di halaman kampus Poltek Kesehatan Jurusan Keperawatan di Jalan Pangeran Moyo Nomor 33 Denpasar, Bali, Jumat (23/4). Upacara dilakukan untuk meminta maaf kepada Sang Hyang Widhi dan roh penghuni kampus. Pasalnya, salah seorang mahasiswa membunuh seekor ular yang keluar dari pura di kampus, Rabu silam.
Menurut Direktur Poltek Kesehatan I Gusti Gede Djestawana, setelah ular terbunuh, mendadak si mahasiswa dan tujuh temannya kesurupan. Usai kejadian tersebut, Djestawana segera menggelar upacara Guru Piduka. Belakangan jumlah mahasiswa yang kemasukan semakin banyak. Karena itulah, siang tadi, upacara serupa kembali dilaksanakan. Djestawana mengatakan mahasiswa kesurupan justru memberi tanda bahwa permohonan maaf sudah diterima dewa.
Peristiwa serupa pernah terjadi di Sekolah Menengah Umum Negeri 2 Air Tiris, Kabupaten Kampar, Pekanbaru. Peristiwa yang terjadi awal bulan silam itu menyebabkan 30 siswa tidak sadarkan diri [baca: Kasus Siswa Kesurupan di Pekanbaru Meluas].(YAN/Aries Wicaksono dan Putra Setiawan)
Menurut Direktur Poltek Kesehatan I Gusti Gede Djestawana, setelah ular terbunuh, mendadak si mahasiswa dan tujuh temannya kesurupan. Usai kejadian tersebut, Djestawana segera menggelar upacara Guru Piduka. Belakangan jumlah mahasiswa yang kemasukan semakin banyak. Karena itulah, siang tadi, upacara serupa kembali dilaksanakan. Djestawana mengatakan mahasiswa kesurupan justru memberi tanda bahwa permohonan maaf sudah diterima dewa.
Peristiwa serupa pernah terjadi di Sekolah Menengah Umum Negeri 2 Air Tiris, Kabupaten Kampar, Pekanbaru. Peristiwa yang terjadi awal bulan silam itu menyebabkan 30 siswa tidak sadarkan diri [baca: Kasus Siswa Kesurupan di Pekanbaru Meluas].(YAN/Aries Wicaksono dan Putra Setiawan)