IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 1,7%

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di bawah 6.000 pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 Juni 2026, 16:18 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026). Namun, IHSG ditutup di bawah level 6.000 dan seluruh sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 1,7% menjadi 5.839,78. Indeks saham LQ45 merosot 1,37% menjadi 560,91. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. 

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG bergerak di zona merah dan sempat turun lebih dari 4%. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.924,50 dan level terendah 5.644,23. Sebanyak 623 saham melemah sehingga membebani. 106 saham menguat dan 85 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai Kamis pekan ini. Total frekuensi perdagangan 2.291.822 kali dengan volume perdagangan saham 39,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.047.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 0,81%, sektor saham basic merosot 0,78%, sektor saham industri terpangkas 4,07% dan catat koreksi terbesar.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 2,36%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 1,48%, sektor saham kesehatan turun 1,81%. Lalu sektor saham keuangan terperosok 2,04%, sektor saham properti melemah 3,28%, sektor saham teknologi terpangkas 0,48%. Kemudian, sektor saham infrastruktur turun 2,34% dan sektor saham transportasi merosot 1,39%.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, saham ICBP ditutup naik 1,53% menjadi Rp 6.625 per saham. Harga saham ICBP dibuka naik menjadi Rp 6.550 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 6.525 per saham. Saham ICBP berada di level tertinggi Rp 6.625 dan level terendah Rp 6.375 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.622 kali dengan volume perdagangan saham 83.698 saham. Nilai transaksi Rp 54,6 miliar.

 

Gerak Saham

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham DEWA terperosok 2,72% menjadi Rp 286 per saham. Saham DEWA dibuka turun dua poin menjadi Rp 292 per saham. Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 302 dan terendah Rp 250 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 28.956 kali dengan volume perdagangan saham 10.720.829 saham. Nilai transaksi Rp 295,2 miliar.

Harga saham DSSA susut 2,9% menjadi Rp 670 per saham. Saham DSSA dibuka turun lima poin menjadi Rp 685 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 690 per saham. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 690 dan terendah Rp 670 per saham. Total frekuensi perdagangan 77.287 kali dengan volume perdagangan saham 11.504.121 saham. Nilai transaksi Rp 726,6 miliar.

Harga saham JPFA tergelincir 5,29% menjadi Rp 2.150 per saham. Saham JPFA dibuka turun 20 poin menjadi Rp 2.250 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 2.270.Harga saham JPFA berada di level tertinggi Rp 2.260 dan terendah Rp 2.100 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.747 kali dengan volume perdagangan saham 286.553 saham. Nilai transaksi Rp 62,1 miliar.

Kata Analis

Selasa (9/9/2025) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk 1,47% ke level 7.653,65. Pergerakan IHSG hari ini masih melanjutkan sentimen negatif pada sore kemarin, Senin (8/9/2025) yang ditutup turun 1,28%. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, pelemahan IHSG, terjadi seiring maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah tingginya ketidakpastian dan rendahnya kepercayaan investor.

"Tekanan jual berlanjut dari perdagangan sehari sebelumnya akibat maraknya berbagai macam rumor di pasar domestik di tengah ketidakpastian yang tinggi serta rendahnya kepercayaan investor," tutur dia, dikutip dari Antara.

Selain itu, pelemahan rupiah yang ditutup turun sekitar 0,46 persen ke level Rp 18.049 per dolar AS turut membebani sentimen pasar.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga bergerak melemah akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak serta memicu kekhawatiran terhadap potensi peningkatan inflasi global.

Berdasarkan analisis teknikal, pelebaran histogram negatif Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan terbentuknya pola death cross pada Stochastic RSI mengindikasikan tekanan jual masih cukup kuat.

Meski IHSG berhasil menjauhi level terendah intradayi, pergerakan indeks diperkirakan masih fluktuatif dengan kecenderungan melemah dan berpotensi menguji area support pada kisaran 5.700-5.800.

Di sisi lain, pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai penurunan IHSG dipicu kombinasi sejumlah sentimen negatif yang datang secara bersamaan.

Menurut dia, pelemahan rupiah hingga menyentuh level 18.000 per dolar AS terjadi bersamaan dengan berlanjutnya arus keluar dana asing, baik dari pasar saham maupun surat berharga negara.

"Di saat yang sama, pasar juga mendapat sentimen negatif dari outlook Moody's terhadap Danantara," ujar dia.

Dari eksternal, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat, sementara kebijakan tarif terbaru Presiden AS Donald Trump berpotensi menekan sejumlah sektor ekspor Indonesia.

"Kombinasi berbagai sentimen negatif tersebut kemudian diperparah oleh faktor teknikal berupa panic selling dan efek margin call, sehingga aksi jual semakin besar dan membuat penurunan IHSG menjadi lebih dalam pada perdagangan hari ini," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya