3 Hari Terbaik Memotong Kuku Menurut Pandangan Ulama, Doa dan Adabnya

Hari terbaik memotong kuku menurut pandangan ulama penting dipahami sebagai adab dan praktik yang dilakukan Nabi Muhammad SAW

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 06 Juni 2026, 10:00 WIB
kuku anak harus sering di potong. credits: freepik

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, amalan sederhana seperti memotong kuku sering terlewat dari perhatian. Padahal, dalam ajaran Islam, aktivitas ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan bagian dari fitrah yang sarat akan nilai ibadah dan makna spiritual yang mendalam. Yang perlu diketahui di antaranya adalah hari terbaik memotong kuku menurut pandangan ulama.

Rasulullah SAW bersabda: 'Kebersihan adalah sebagian dari iman)'. (HR. Muslim No. 223). Dalam Islam, kebersihan sangat berkaitan dengan ibadah. Wudhu, mandi janabah, dan menjaga kesucian pakaian adalah syarat sah ibadah seperti shalat.

Hadits kebersihan sebagian dari iman menegaskan bahwa seorang muslim tidak bisa melaksanakan shalat dengan sempurna tanpa menjaga kebersihan. Artinya, kebersihan bukan sekadar kesehatan, tetapi juga fondasi keimanan.

Merujuk Buku Bersih dan Berpahala dengan Potong Kuku, karya Putri Ummu Uwais dan literatur klasik dan kontemporer lainnya, berikut ini adalah hari terbaik memotong kuku menurut pandangan ulama, doa, tata cara, dan adabnya.

Hari Terbaik Memotong Kuku Menurut Pandangan Ulama

Para ulama sepakat bahwa memotong kuku adalah amalan sunnah muakkadah, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai hari yang paling utama untuk melakukannya. Berdasarkan penelusuran kitab-kitab klasik, berikut rincian hari-hari yang dianjurkan.

Dalam kitab Hasyiyatul Jamal karya Sulaiman Al-Jamal, disebutkan secara tegas bahwa yang utama dalam memotong kuku dilakukan pada tiga hari, yaitu hari Jumat, Kamis, atau Senin. Anjuran ini didasari oleh keutamaan hari-hari tersebut dalam Islam; Senin dan Kamis adalah hari diangkatnya amal manusia, sementara Jumat adalah hari raya mingguan umat Islam yang penuh keberkahan.

Penegasan serupa juga ditemukan dalam kitab Al Fiqh ‘Ala Al Madzhahib Al Arba’ah karya Syaikh Abdurrahman Al Juzairi, yang menyebutkan bahwa hari Senin, Kamis, dan Jumat merupakan hari yang paling dianjurkan untuk memotong kuku. Imam Nawawi dalam kitabnya Al Majmu Syarh Al Muhadzdzab juga lebih menyukai pemotongan kuku dilakukan pada hari Jumat.

Bahkan, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW secara khusus memotong kuku pada hari Jumat. Al Bazzar meriwayatkan, “Sesungguhnya Nabi SAW memotong kukunya dan memendekkan kumisnya pada hari Jumat,” (HR. Al Bazzar).

Hal ini juga diamini oleh Syaikh Zainuddin Al Malibari dalam kitab Fathul Mu’in yang menyebutkan bahwa sunnah memotong kuku hendaknya dilakukan pada hari Kamis atau Jumat pagi.

Rincian Hari Terbaik dan Tak Dianjurkan Memotong Kuku, Perspektif Ulama

Imam Qasim Al Ghazi dalam kitab Hasyiyah Al Baijuri memberikan rincian yang lebih lengkap mengenai efek spiritual dari pemotongan kuku di setiap hari, meskipun beliau juga menegaskan bahwa tidak ada batasan hari yang melarang seseorang untuk membersihkan diri. 

Hari Terbaik:

  • Senin: Mendatangkan keutamaan dalam hidup.
  • Kamis: Mengundang kekayaan dan keberkahan.
  • Jumat: Hari yang paling diutamakan.

Hari Tak Dianjurkan Potong Kuku:

  • Sabtu & Ahad: Tidak disukai karena dikaitkan dengan datangnya penyakit atau hilangnya keberkahan.
  • Selasa: Dapat menyebabkan kebinasaan dan kerusakan.
  • Rabu: Menjadi penyebab buruknya akhlak.

Penting untuk dicatat bahwa penjelasan tentang efek buruk pada hari-hari tertentu ini tidak bersumber dari hadis yang sahih, melainkan lebih kepada ijtihad dan pengalaman para ulama salaf, sehingga tidak bersifat mengikat dan tidak boleh dijadikan sebagai larangan mutlak.

Doa Memotong Kuku: Arab, Latin dan Artinya

Meskipun tidak ada hadis yang secara khusus meriwayatkan doa dari Nabi Muhammad SAW saat memotong kuku, para ulama menganjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk niat dan pengharapan berkah. Mengutip buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil, berikut bacaan doa yang dapat diamalkan:

Arab: بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ، وَعَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Doa ini mencerminkan niat yang ikhlas karena Allah dan niat untuk mengikuti sunnah Nabi, sehingga aktivitas sederhana ini pun bernilai ibadah.

Adab dan Tata Cara Memotong Kuku Sesuai Sunnah

Islam adalah agama yang sempurna, mengatur bahkan hal-hal yang tampak sepele sekalipun. Memotong kuku memiliki adab dan tata cara yang diajarkan oleh para ulama berdasarkan petunjuk Nabi.

1. Hukum dan Batasan Waktu

Memotong kuku adalah sunnah fitrah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika sunnah ini tidak dilakukan secara terus-menerus, Rasulullah SAW telah menetapkan batas maksimal. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda: “Kami diberi batasan untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak membiarkannya lebih dari 40 malam,”.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menegaskan bahwa batasannya adalah ketika kuku telah terasa panjang, dan ini bisa berbeda antar individu.

2. Urutan Pemotongan Kuku

Walaupun tidak ada hadis sahih yang secara eksplisit mengatur urutan memotong kuku, para ulama memberikan panduan adab berdasarkan kaidah mendahulukan bagian kanan. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan urutan yang disunnahkan sebagai berikut:

Tangan Kanan:

  • Jari Telunjuk (karena istimewa, digunakan untuk tasyahud).
  • Jari Tengah.
  • Jari Manis.
  • Jari Kelingking.
  • Ibu Jari (Jempol).

Tangan Kiri:

  • Jari Kelingking.
  • Jari Manis.
  • Jari Tengah.
  • Jari Telunjuk.
  • Ibu Jari (Jempol).

Kaki: Dimulai dari jari kelingking kaki kanan secara berurutan, kemudian beralih ke kaki kiri dimulai dari jari kelingking hingga ibu jari.

3. Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Alat: Disunnahkan memotong kuku dengan gunting atau alat pemotong khusus. Dimakruhkan memotongnya dengan gigi.
  • Kebersihan: Setelah selesai, disunnahkan untuk mencuci tangan. Dalam Hasyiyatul Jamal disebutkan bahwa menggaruk sebelum mencuci tangan dikhawatirkan mendatangkan penyakit kusta (barash).
  • Mengubur Potongan Kuku: Para ulama menganjurkan untuk mengubur potongan kuku di tanah. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menyatakan bahwa ini disunnahkan, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar dan disepakati oleh para ulama mazhab Syafi’i. Tujuannya adalah untuk memuliakan bagian dari tubuh ciptaan Allah dan menghindari penyalahgunaan untuk hal-hal negatif.
  • Larangan (Bagi yang Berkurban): Bagi muslim yang hendak berkurban, sebagian besar ulama (mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali) berpendapat bahwa setelah masuk 1 Dzulhijjah, ia dilarang (makruh/tidak boleh) memotong kuku dan rambut hingga hewan kurbannya disembelih, agar seluruh anggota tubuhnya sempurna untuk dibebaskan dari api neraka.

Hikmah Memotong Kuku Sesuai Ajaran Islam

Selain menjaga kebersihan fisik, terdapat banyak hikmah di balik anjuran memotong kuku. Berikut hikmah-hikmah tersebut secara ringkas:

  • Wujud Ketaatan pada Fitrah: Memotong kuku adalah pengamalan langsung dari petunjuk Nabi Muhammad SAW, sehingga menjadi bukti kecintaan dan ketaatan seorang muslim kepada Tuhannya.
  • Menjaga Kesucian Ibadah: Kuku yang panjang dapat menampung kotoran dan najis yang akan menghalangi air wudhu, sehingga memotongnya membantu menjaga kesucian dan keabsahan ibadah.
  • Menjauhkan dari Penyakit (Aspek Kesehatan): Kuku panjang adalah sarang nyaman bagi kuman dan bakteri penyebab penyakit. .
  • Menghilangkan Riya' dan Sombong: Seorang mukmin dianjurkan untuk berpenampilan rapi dan bersih, termasuk pada kukunya, sebagai bentuk syukur nikmat.
  • Meraih Pahala dari Hal Sederhana: Dengan berniat karena Allah dan mengikuti sunnah, aktivitas rutin yang biasa ini dapat berubah menjadi ladang pahala yang mengalir.

Pertanyaan Seputar 3 Hari Terbaik Memotong Kuku

Memotong kuku bagusnya hari apa menurut Islam?

Dalam Islam, waktu yang paling utama untuk memotong kuku adalah hari Jumat, karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Selain Jumat, hari Senin dan Kamis juga dianjurkan karena dipercaya membawa keberkahan dan kesehatan.

Hari apa saja yang tidak boleh gunting kuku?

Tidak ada hari khusus yang dilarang secara mutlak untuk memotong kuku. Menurut penjelasan Buya Yahya mengenai syariat, memotong kuku adalah sunah kebersihan yang bisa dilakukan kapan saja.

Potong kuku yang bagus itu hari apa?

Gunting kuku yang disunnahkan itu senin, kamis, jumat.

Kenapa potong kuku harus hari Senin, Kamis, dan Jumat?

Dalam Islam, memotong kuku di hari Senin, Kamis, dan Jumat sangat dianjurkan karena diyakini sebagai hari baik yang memiliki keutamaan (fadilah) serta berkah tertentu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya