Liputan6.com, Jakarta - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp 92.250 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp 30.500 per kg.
Dikutip dari Antara, Rabu (3/6/2026), berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Rabu pukul 09.36 WIB, selain cabai rawit merah dan telur ayam tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah di harga Rp 56.700 per kg, bawang putih Rp 39.650 per kg.
Advertisement
Selain itu, beras kualitas bawah I di harga Rp 14.800 per kg, beras kualitas bawah II Rp 14.750 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp16.250 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp 16.000 per kg.
Lalu, beras kualitas super I di harga Rp 17.150 per kg, dan beras kualitas super II Rp 16.850 per kg.
Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp 71.750 per kg, cabai merah keriting Rp 71.250 per kg, dan cabai rawit hijau Rp 65.300 per kg.
Kemudian, daging ayam ras segar Rp 40.600 per kg, daging sapi kualitas I Rp 150.750 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp 138.250 per kg.
Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp 21.350 per kg, gula pasir lokal Rp 19.350 per kg.
Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp 19.550 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp 22.700 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp 22.550 per liter.
Inflasi Mei 2026 Sentuh 0,28%, Cabai hingga Beras Jadi Pendorong
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di Indonesia pada Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month), naik dari inflasi April 2026 sebesar 0,13 persen. Lonjakan harga komoditas seperti cabai dan beras jadi salah satu pendorong utama.
Deputi Badan Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menyampaikan, secara tahunan (Year on Year/YoY) terjadi Inflasi sebesar 3,08 persen, dan sebesar 1,35 persen secara tahun kalender.
"Pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan atau month to month, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026," jelasnya, Selasa (2/6/2026).
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau, dengan inflasi sebesar 0,39 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen.
Beberapa komoditas yang dominan mendorong inflasi, antara lain cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Lalu minyak goreng dan bawang merah dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,04 persen.
Kemudian tomat dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen, dan beras dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.
Komoditas yang Deflasi
Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen. Selanjutnya, bensin dan tarif angkutan udara dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen.
Selain itu, terdapat juga komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Mei 2026. Pertama adalah daging ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,06 persen, dan telur ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,05 persen.