Piala Dunia 2026 Masih Milik Negara Eropa dan Amerika Latin

Pengamat Kesit Budi Handoyo memperkirakan Piala Dunia 2026 masih akan dijuarai negara dari Eropa dan Amerika Latin.

oleh ThomasDiterbitkan 08 Juni 2026, 18:30 WIB
Kesih Budi Handoyo/Pengamat Sepak Bola. (Infografis: Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan dimulai 11 Juni sampai 19 Juli 2026. Edisi ke-23 ini untuk pertama kalinya akan dilangsungkan di tiga negara sekaligus yakni Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.

Perbedaan lain di Piala Dunia 2026 adalah jumlah peserta yang menjadi semakin banyak. Biasanya event garapan FIFA hanya diikuti 32 tim, kini jumlah pesertanya menjadi 48 tim.

FIFA menambah jumlah peserta sehingga akan menghadirkan pertandingan lebih banyak dan waktu pelaksanaan lebih lama.

Meski jumlah peserta makin banyak, pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menilai persaingan menjadi juara masih akan tetap terpusat pada tim-tim Amerika Selatan/Latin dengan wakil Eropa. 

Negara-negara langganan juara seperti Brasil, Spanyol, Jerman, Prancis dan Argentina masih akan mendominasi di Piala Dunia 2026.

"Saya pikir kalau kita bicara soal bagaimana persaingan di Piala Dunia 2026 ini. Ya saya melihat negara-negara kuat seperti kalau dari Amerika Latin seperti Argentina, Brasil. Kalau di Eropa, ya Spanyol, Prancis, Jerman, Portugal dan mungkin juga Belanda," kata Kesit kepada Liputan6.com.

Peluang negara-negara besar Eropa dan Latin sepertinya memang besar. Selain memiliki tradisi dan materi pemain yang mumpuni dan berpengalaman, secara tim mereka juga sangat berpengalaman bermain di ajang-ajang besar.

Namun begitu, Kesit menyebut, tim-tim lain di luar dua benua tersebut, tetap punya punya kesempatan membuat kejutan. Hal ini kerap terjadi di beberapa Piala Dunia, meski pada akhirnya tim-tim kejutan tersebut juga mampu melanjutkan jalan hingga tangga juara.

"Di luar itu saya lihat negara Asia seperti Jepang mungkin bisa memberikan kejutan. Kalau dari Afrika mungkin Pandai Gading, dan Maroko juga punya peluang jadi kuda hitam. Tapi dominasi Amerika Latin dan Eropa saya kira masih tetap tinggi di Piala Dunia kali ini," tegas Kesit.


Dominasi Eropa dan Latin

Pemain Argentina Lionel Messi mengangkat trofi juara di depan para penggemar usai mengalahkan Prancis pada pertandingan sepak bola final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, 18 Desember 2022. Argentina menang 4-2 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 3 -3. (AP Photo/Martin Meissner)

Pada 22 edisi Piala Dunia sebelumnya, gelar juara memang cuma diraih negara dari Eropa dan Amerika Latin. Pada tahun 2022, Argentina yang menjadi juara. Empat edisi sebelumnya, negara Eropa yang berjaya dengan Prancis, Jerman, Spanyol dan Italia.

Lanjut Baca:

Eropa sedikit lebih unggul dari Amerika Selatan dalam koleksi gelar. Negara Eropa total sudah 12 kali juara Piala Dunia dengan Jerman dan Italia menyumbang masing-masing empat gelar. Sedangkan negara Amerika Selatan memiliki koleksi 10 gelar dimana Brasil menjadi yang paling sering juara dengan lima gelar. Rekor lima gelar milik Brasil masih menjadi yang terbaik hingga saat ini. Jadi, kata Kesit, sebenarnya menarik apakah ada tim-tim dari negara di luar benua besar yang bisa mematah dominasi mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya