The Scene – Living and Lifestyle in Southeast Asia Tayang di Vidio, Angkat Realita Anak Muda ASEAN

The Scene – Living and Lifestyle in Southeast Asia yang tayang di Vidio tak hanya menarik, tapi sekaligus juga bermakna bagi audiens digital masa kini.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 02 Juni 2026, 15:30 WIB
The Scene – Living and Lifestyle in Southeast Asia. (dok. DW - Vidio)

Liputan6.com, Jakarta - Awal Juni ini, ada satu sajian istimewa yang dihadirkan Vidio: The Scene – Living and Lifestyle in Southeast Asia. Ini serial berformat video-on-demand terbaru yang mengangkat dinamika gaya hidup, identitas, dan kultur generasi muda di Asia Tenggara, dan mulai tayang hari ini, Selasa (2/6/2026). 

Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, serial 10 episode ini difokuskan untuk penonton metropolitan usia 20–35 tahun. The Scene – Living and Lifestyle in Southeast Asia menyoroti bagaimana anak muda di berbagai negara Asia Tenggara menjalani keseharian mereka dari pekerjaan, hubungan personal, ekspresi diri, hingga cara dalam memandang kehidupan modern.

Tak hanya itu, serial berformat lifestyle OTT regional pertama dari DW ini juga menghadirkan perspektif mengenai realitas sosial, budaya, dan ekonomi yang membentuk generasi muda di Asia Tenggara. Setiap episode The Scene berdurasi 15 menit, dan dirancang untuk menghubungkan audiens di 11 negara Asia Tenggara. Yang diangkat cerita-cerita relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, dari fashion, kuliner, kecantikan, traveling, arsitektur, hingga dinamika hubungan modern.

Dalam pernyataannya, Debarati Guha selaku Director of Programs for Asia DW menyebut, pihaknya ingin menghadirkan serial berformat lifestyle regional yang dekat dengan anak muda ASEAN, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai jurnalistik DW.

"Serial ini bukan cuma membahas tren yang sedang populer, tetapi juga melihat bagaimana pilihan gaya hidup dibentuk oleh realitas sosial, budaya, dan ekonomi di berbagai negara di kawasan ini," tuturnya. 


Kolaborasi Apik DW - Vidio

Debarati Guha juga menyambut baik kolaborasi antara DW dengan Vidio untuk menghadirkan serial ini. "Kolaborasi dengan Vidio.com juga memberi kami kesempatan untuk menjangkau audiens di platform yang mereka gunakan tiap hari, sekaligus mengeksplorasi cara bercerita yang lebih segar, menarik, dan dekat dengan pengalaman nyata masyarakat," Debarati Guha menyambung.

Musim perdana The Scene ia nilai menunjukkan potensi besar. Debarati Guha menambahkan, "(The Scene musim perdana) jadi langkah awal yang kuat untuk mempertajam fokus editorial, memperkuat proses kerja, serta mengembangkan The Scene sebagai brand regional dengan karakter kuat.”

Lanjut Baca:

Jochen Rosenkranz, Director of Culture and Sports DW, menjelaskan, The Scene – Living and Lifestyle in Southeast Asia bukti yang menunjukkan komitmen DW untuk menghadirkan tema lifestyle dengan kedalaman jurnalistik dan konteks sosial. "The Scene menciptakan ruang bagi audiens muda di berbagai negara untuk melihat apa yang mereka punya bersama, sekaligus memahami perbedaan satu sama lain. Dari situ, dialog regional yang nyata bisa mulai terbangun," urai Jochen Rosenkranz. Daniel Vogelgesang dan Saranyaa Sreenivasan selaku DW Distribution Asia juga menyampaikan, pihaknya menghadirkan lebih dari sekadar konten lifestyle yang ngetren. "Kami ingin mengangkat realitas, aspirasi, dan dinamika budaya yang membentuk kehidupan anak muda Asia Tenggara saat ini. Dengan menggabungkan kedalaman jurnalistik dan pendekatan storytelling yang visual serta berorientasi OTT, kami berharap dapat menciptakan tayangan yang menarik sekaligus bermakna bagi audiens digital masa kini,” beri tahu Daniel Vogelgesang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya