Liputan6.com, Cimahi: Ratusan pedagang Pasar Antri Cimahi, Jawa Barat, menghadang petugas satuan pamong praja pemerintah kota setempat yang akan menggusur mereka, Selasa (23/3). Para pedagang menolak dipindahkan ke pasar yang baru dibangun di kawasan Lapangan Sriwijaya.
Para pengunjuk rasa yang sebagian besar ibu-ibu berusaha mengusir satuan pamong praja dengan membuat pagar betis. Untuk menghindari kekerasan, perwakilan Pemkot Cimahi kemudian mengajak pedagang berunding. Keputusannya, penggusuran dibatalkan untuk sementara waktu. Ini berarti sudah tiga kali upaya pembongkaran gagal dilakukan.
Pemkot Cimahi tetap pada tekadnya bahwa pasar harus dikosongkan paling lambat 26 Maret mendatang. Sejauh ini para pedagang yang masih bertahan di Pasar Antri sekitar 600 orang. Sedangkan 700 pedagang lainnya sudah bersedia dipindahkan.(YYT/Patria Hidayat dan Taufik Hidayat)
Para pengunjuk rasa yang sebagian besar ibu-ibu berusaha mengusir satuan pamong praja dengan membuat pagar betis. Untuk menghindari kekerasan, perwakilan Pemkot Cimahi kemudian mengajak pedagang berunding. Keputusannya, penggusuran dibatalkan untuk sementara waktu. Ini berarti sudah tiga kali upaya pembongkaran gagal dilakukan.
Pemkot Cimahi tetap pada tekadnya bahwa pasar harus dikosongkan paling lambat 26 Maret mendatang. Sejauh ini para pedagang yang masih bertahan di Pasar Antri sekitar 600 orang. Sedangkan 700 pedagang lainnya sudah bersedia dipindahkan.(YYT/Patria Hidayat dan Taufik Hidayat)