Suplai Kertas Tersendat, Surat Suara Telat Dicetak

Tersendatnya pengiriman film dan kertas menyebabkan beberapa percetakan telat mencetak surat suara. Ketua Komisi Pemilihan Umum Nazaruddin Sjamsuddin yakin pemilu tak tertunda.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Maret 2004, 19:57 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Keterlambatan pengiriman surat suara masih menjadi persoalan. Beberapa percetakan pemegang kontrak pembuatan surat suara mengakui keterlambatan karena berbagai sebab, di antaranya film surat suara yang datang tidak tepat waktu dan tersendatnya suplai kertas. Demikian informasi yang dirangkum SCTV, baru-baru ini.

Soal di atas dibenarkan Jimmy Juneanto, Vice President PT Golden Web, percetakan yang memperoleh order mencetak 16 juta lembar surat suara. Menurut Jimmy, keterlambatan juga bisa disebabkan karena sebuah percetakan sebenarnya tak memiliki mesin cetak. Perusahaan itu kemudian banyak menyewa percetakan lain sehingga hasilnya tak sempurna. Karena itu, tambah Jimmy, pemerintah perlu memperbaiki kontrol kualitas.

Jimmy mengakui, tak sedikit surat suara yang dihasilkan perusahaannya rusak atau cacat. Tapi dia berjanji akan mengganti setiap lembar surat suara tersebut sehingga tak ada pihak yang dirugikan. Apalagi ketersediaan kertas di perusahaannya cukup memadai setelah PT Golden Web menerima kiriman kertas dari sebuah pabrik di Leces, Probolinggo, Jawa Timur. Sedangkan 21 ton kertas lainnya akan dikirim ke percetakan lainnya di berbagai daerah.

Sementara menjelang batas akhir pengiriman, 26 Maret 2004, masih banyak daerah yang mengeluh belum menerima kiriman surat suara. Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta Selatan, misalnya. Sampai siang tadi, KPUD Jaksel baru menerima surat suara untuk Dewan Perwakilan Daerah dan DPR Pusat. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan belum juga tersedia, KPUD Jaksel tak berani menjamin pemungutan suara berjalan baik.

Di samping itu, KPUD Jaksel masih mendapati kendala lain. KPUD setempat kerepotan untuk melipat surat suara. Lembaga ini membutuhkan waktu empat hari untuk melipat ratusan ribu kertas suara. Sejauh ini, KPUD Jaksel baru mendistribusikan 60 persen surat pemilih ke panitia pemilihan di tingkat kecamatan [baca: Distribusi Logistik Pemilu untuk Jakarta Hampir Tuntas].

Kendala serupa terjadi pula di Maluku Utara. Bahkan tiga kepulauan di sana sama sekali belum menerima kiriman kotak suara dan kertas suara. Ketiga daerah itu masing-masing Kepulauan Moti, Kepulauan Hiri, dan Kepulauan Batang Dua. Sedangkan kotak dan bilik suara untuk Kecamatan Wasiley, Kabupaten Halmahera Timur, masih tersimpan di gudang KPUD Ternate. Padahal untuk mendistribusikan logistik pemilu ke daerah itu membutuhkan waktu dua hari.

Meski begitu, Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin kembali menegaskan, pihaknya yakin bisa menyelesaikan semua persoalan yang ada. Keyakinan tersebut Nazaruddin utarakan usai mengikuti rapat tertutup selama tujuh jam dengan konsorsium percetakan surat suara. Dia mengungkapkan, sebagian besar surat suara sudah tercetak. Nazaruddin pun optimistis, pemilu tak akan tertunda [baca: Surat Suara Cacat Tak Akan Menunda Pemilu].(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya