Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyebut rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya yang digelar Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta turut mendorong perputaran ekonomi ibu kota hingga mencapai Rp 67 triliun.
Hal itu disampaikan Rano usai hadir dalam kegiatan “Illumination of Jakarta: Glow of Peace” dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).
Advertisement
“Artinya kalau kita hitung dari mulai Desember sampai lebaran, Maret itu perputaran ekonomi di Jakarta sampai Rp 67 triliun. Itu mengindikasikan bahwa sebuah kegiatan kalau dikemas itu akan menghasilkan sesuatu,” kata Rano.
Menurut dia, rangkaian kegiatan yang dimulai sejak akhir 2025 tersebut sengaja dikemas dengan pendekatan budaya dan perayaan lintas agama. Hal tersebut juga bertujuan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi Jakarta.
“Kita awali dengan Christmas Carol dan ditutup dengan Idul Fitri. Waisak ini pas di bagian hadiah nih,” ujarnya.
Dampak Ekonomi
Oleh sebab itu, Rano menilai bahwa kegiatan keagamaan dan budaya tidak hanya menjadi ruang mempererat kebersamaan warga Jakarta, tetapi juga dapat menciptakan dampak ekonomi nyata bagi kota.
“Inilah yang akan menjadi format baku, saya sampaikan kepada panitia. Bulan-bulan keagamaan dari mulai Desember sampai ke Maret itu harus dikemas secara baik,” kata Rano.
Menurut dia, momentum perayaan lintas agama tersebut juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Jakarta di tengah keberagaman.
“Karena di sinilah inti kebersamaan Jakarta dan juga menghasilkan apa perputaran ekonomi di Kota Jakarta ini, itu, itu, itu adalah satu bukti nyata,” ujarnya.