Penyadapan AS-Australia, Ramadhan Pohan: Mengganggu Sanubari

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Ramadhan Pohan, penyadapan itu sangat mengecewakan Indonesia.

oleh Sugeng Triono diperbarui 09 Nov 2013, 10:54 WIB
Pemerintah Amerika Serikat dan Australia diduga melakukan penyadapan terhadap pemerintah Indonesia. Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Ramadhan Pohan, penyadapan itu sangat mengecewakan Indonesia.

"Isu penyadapan jelas menganggu sanubari bangsa Indonesia," ujar Ramadhan dalam diskusi 'Sadap Bikin Tak Sedap' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (9/11/2013).

Ramadhan menilai, dengan adanya kabar penyadapan itu seolah menunjukkan pola Amerika Serikat dan Australia dalam menjalin hubungan dengan Indonesia. Kedua negara itu masih menyelipkan rasa curiga dan ketidakpercayaan terhadap Indonesia.

"Kekecewaannya adalah kedua negara itu mendasarkan hubungan atas dasar kecurigaan dan ketidakpercayaan," tegas Ramadhan.

Wakil Wasekjen Partai Demokrat itu menilai pemerintah Indonesia sudah bersikap tegas dalam menyikapi penyadapan tersebut.

"Pemerintah kita cukup tegas lewat Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa yang menyatakan akan meninjau lagi pertukaran informasi  intelijen dengan Australia," katanya.

Namun di sisi lain, Amerika Serikat dan Australia seharusnya memberikan klarifikasi soal kabar penyadapan terhadap Indonesia tersebut. "Maka kalau tidak ada pegakuan, itu pelecehan," pungkas Ramadhan. (Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya