Liputan6.com, Jakarta: Tiga dari enam anggota kawanan penodong yang kerap beroperasi di wilayah Jakarta Pusat, Sabtu (13/3), dibekuk. Endang, Ramdon Akbar, dan Arafat dibekuk seusai beraksi di dua tempat berbeda. Ketiga pelaku babak belur sempat dihajar massa setelah sebelumnya diteriaki maling oleh korban.
Penangkapan berawal ketika kawanan ini menodong sekelompok pelajar di kawasan Pasar Baru, Jakpus. Saat itu, mereka berhasil merampas dua buah telepon genggam, sepatu, jam tangan serta uang Rp 52 ribu milik pelajar bernama Jaka dan Sigit. Dalam aksinya, seorang tersangka menggunakan sebilah celurit untuk menakut-nakuti korbannya.
Usai menodong, Endang cs ini bermaksud kabur. Tapi, seorang korban berteriak minta tolong sehingga warga di sekitar lokasi langsung mengepung dan menghajar para tersangka. Untungnya, polisi yang tengah melintas dapat menyelamatkan kawanan itu dari amukan massa. Sayangnya, tiga di antara tersangka berhasil kabur. Di hadapan petugas, ketiganya mengaku jika dua jam sebelumnya juga merampok Zaenuddin, karyawan parkiran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dari korban, mereka mendapatkan duit sebesar Rp 20 ribu. Sejauh ini polisi masih mengejar pelaku lainnya yang diduga berstatus pelajar.
Kasus di atas menambah daftar panjang penodongan terhadap pelajar di wilayah hukum Kepolisian Resor Jakpus. Terakhir, Deski, penodong dua pelajar sekolah menengah pertama di kawasan Menteng, Jakpus, dibekuk [baca: Seorang Penodong Babak Belur Dihajar Massa]. Dalam aksinya, Deski berpura-pura sebagai penyair jalanan yang kerap beraksi di dalam angkutan metromini.(ORS/Zulkarnain dan Jhoni Marcos)
Penangkapan berawal ketika kawanan ini menodong sekelompok pelajar di kawasan Pasar Baru, Jakpus. Saat itu, mereka berhasil merampas dua buah telepon genggam, sepatu, jam tangan serta uang Rp 52 ribu milik pelajar bernama Jaka dan Sigit. Dalam aksinya, seorang tersangka menggunakan sebilah celurit untuk menakut-nakuti korbannya.
Usai menodong, Endang cs ini bermaksud kabur. Tapi, seorang korban berteriak minta tolong sehingga warga di sekitar lokasi langsung mengepung dan menghajar para tersangka. Untungnya, polisi yang tengah melintas dapat menyelamatkan kawanan itu dari amukan massa. Sayangnya, tiga di antara tersangka berhasil kabur. Di hadapan petugas, ketiganya mengaku jika dua jam sebelumnya juga merampok Zaenuddin, karyawan parkiran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dari korban, mereka mendapatkan duit sebesar Rp 20 ribu. Sejauh ini polisi masih mengejar pelaku lainnya yang diduga berstatus pelajar.
Kasus di atas menambah daftar panjang penodongan terhadap pelajar di wilayah hukum Kepolisian Resor Jakpus. Terakhir, Deski, penodong dua pelajar sekolah menengah pertama di kawasan Menteng, Jakpus, dibekuk [baca: Seorang Penodong Babak Belur Dihajar Massa]. Dalam aksinya, Deski berpura-pura sebagai penyair jalanan yang kerap beraksi di dalam angkutan metromini.(ORS/Zulkarnain dan Jhoni Marcos)