Liputan6.com, Jakarta - Balita 2,5 tahun yang tewas mengenaskan di kontrakan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, sudah lama diasuh neneknya.
Polisi mengungkap, korban berinisial A tinggal bersama neneknya, M (60) dan pamannya, G (18) di kontrakan yang menjadi tempat kejadian perkara.
Advertisement
Kejadian nahas tersebut dialami saat nenek sedang berjualan mencari nafkah.
Ketika pulang malam hari, ia mendapati cucu dan anaknya bersimbah darah di dalam kamar kontrakan.
Balita A ditemukan tewas dengan luka tusuk dan sayatan di sejumlah bagian tubuh. Sedangkan G, yang merupakan om korban, ditemukan terluka parah. Kini masih dalam perawatan di rumah sakit.
Karena syok melihat kondisi anak dan cucunya, sang nenek sempat mencuci pisau yang ditemukan dekat korban.
"Refleks, spontan dia cuci pisaunya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal, Kamis (28/5/2026) malam.
Dia menuturkan, orang tua balita itu berada di Yogyakarta.
"Memang sehari-harinya dititip. Semenjak dua minggu setelah dilahirkan, yang merawat neneknya," ungkap Iqbal.
"Dari keterangan nenek, orang tuanya ada di Jogja. Sampai sekarang yang bersangkutan belum muncul," sambungnya.
Paman ODGJ Tak Minum Obat 2 Hari
Sebelumnya, fakta terungkap dalam kasus tewasnya balita 2,5 tahun di kontrakan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi. Hasil penyelidikan awal, paman korban berinisial G (18), diketahui mempunyai riwayat gangguan kejiwaan. G bahkan dikatakan sudah dua hari tidak mengonsumsi obat.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, hasil penyelidikan mengungkap G sebelumnya pernah menjalani pengobatan ke psikiater.
"Memang ada gangguan kejiwaan dan rutin mengonsumsi obat," kata Iqbal saat dihubungi, Kamis malam (28/5/2026).
Namun dua hari sebelum kejadian, obat yang biasa dikonsumsi G habis.
"Dua hari ini dia tidak konsumsi obat karena ibunya tidak ada uang untuk membeli lagi obatnya," katanya.
Dalami Peran
Polisi kini masih mendalami peran G dalam kasus kematian balita berinisial A (2,5), yang ditemukan meninggal di kontrakan Jatisampurna, Kota Bekasi pada Rabu malam (27/5/2026). G sendiri ditemukan terluka parah di lokasi kejadian.
"Masih kita dalami. Kita tunggu kondisinya membaik dulu untuk diminta keterangan," katanya.
Balita A ditemukan tewas dengan banyak luka tusuk dan sayatan. Luka ditemukan di kepala, wajah, badan hingga selangkangan korban.
"Pipinya sampai mulutnya," kata Iqbal.
Sementara G mengalami luka tusuk di dada dan luka sayatan di bagian pipi kiri serta kanan.