Jelang Pemilu 2014, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menuai kritik lantaran membeli mobil mewah sedan Toyota Camry sebagai mobil dinas. Pengamat pemilu Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menilai mobil dinas Bawaslu sebagai pemborosan dan menghamburkan uang rakyat.
"Memalukan, di saat rakyat tengah gundah lantaran Pemilu terus bermasalah, Bawaslu malah membeli mobil mewah," kata Said di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Said khawatir dugaan banyak orang yang beranggapan miring terhadap Bawaslu, menjadi benar adanya.
"Baru seumur jagung menjadi pejabat, mereka sudah berani menghamburkan uang rakyat miliaran rupiah agar terlihat gagah. Saya mengutuk keras pembelian 5 mobil mewah merek Camry kepada 5 anggota Bawaslu," ujar dia.
Said mempertanyakan apa urgensinya Bawaslu membeli mobil dinas. Padahal, kata dia, mobil dinas yang sudah ada masih bisa digunakan.
"Apa sih hebatnya Bawaslu itu hingga mereka merasa pantas untuk membeli mobil mahal dan berkelas? Padahal mobil dinas yang lama masih baik kondisinya. Karena disediakan anggaran perawatan," ujar Said.
Sebab, Said menambahkan anggota Bawaslu sesungguhnya bukanlah untuk memperbaiki pemilu, melainkan hanya omong kosong belaka.
"Saya masih ingat betul mobil dinas yang mereka gunakan sebelumnya adalah mobil warisan anggota Bawaslu periode pertama. Usia kendaraan itu baru sekitar 5 tahun. Masih bisa diandalkan untuk mendukung mobilitas kerja anggota Bawaslu," tukas Said. (Adi/Ism)
"Memalukan, di saat rakyat tengah gundah lantaran Pemilu terus bermasalah, Bawaslu malah membeli mobil mewah," kata Said di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Said khawatir dugaan banyak orang yang beranggapan miring terhadap Bawaslu, menjadi benar adanya.
"Baru seumur jagung menjadi pejabat, mereka sudah berani menghamburkan uang rakyat miliaran rupiah agar terlihat gagah. Saya mengutuk keras pembelian 5 mobil mewah merek Camry kepada 5 anggota Bawaslu," ujar dia.
Said mempertanyakan apa urgensinya Bawaslu membeli mobil dinas. Padahal, kata dia, mobil dinas yang sudah ada masih bisa digunakan.
"Apa sih hebatnya Bawaslu itu hingga mereka merasa pantas untuk membeli mobil mahal dan berkelas? Padahal mobil dinas yang lama masih baik kondisinya. Karena disediakan anggaran perawatan," ujar Said.
Sebab, Said menambahkan anggota Bawaslu sesungguhnya bukanlah untuk memperbaiki pemilu, melainkan hanya omong kosong belaka.
"Saya masih ingat betul mobil dinas yang mereka gunakan sebelumnya adalah mobil warisan anggota Bawaslu periode pertama. Usia kendaraan itu baru sekitar 5 tahun. Masih bisa diandalkan untuk mendukung mobilitas kerja anggota Bawaslu," tukas Said. (Adi/Ism)