Ajang Forum Demokrasi Bali VI resmi dimulai. Dengan mengusung tema 'Konsolidasi Demokrasi dalam Masyarakat Pluralistik' -- yang cocok dengan kondisi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, forum tersebut punya arti penting untuk saling berbagi pengalaman. Terutama terkait demokrasi khususnya, bagi negara Asia Pasifik.
"Banyak konflik di kawasan lain seringkali menimbulkan dampak pada kawasan, bahkan global. Itu mengingatkan risiko bila tak memperhatikan isu demokrasi," kata SBY saat membuka Bali Democracy Forum VI di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2013)
Di sisi lain, demokrasi juga jadi tantangan bagi Indonesia yang kaya akan pluralitas. Namun, "Sudah dijamin dalam konstitusi hak-hak rakyat, termasuk kebebasan beragama, berekspresi, persamaan di bidang hukum," kata SBY.
Presiden menegaskan, menjamin hak minoritas dan menjamin kesetaraan semua orang di depan hukum adalah bagian penting dari demokratisasi di Indonesia. "Juga meningkatkan partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan."
Untuk itulah, Indonesia juga menerapkan desentralisasi pemerintahan. "Ini adalah pendekatan penting yang mengakhiri upaya separatisme di Aceh selama 30 tahun. Juga upaya sentral mendorong kemakmuran di Papua dan Papua Barat," kata SBY.
Sistem politik Indonesia yang multipartai memberikan ruang dan tantangan bagi partisipasi rakyat yang plural.
Memang ada perdebatan dan komplain bahwa proses politik di Indonesia terlalu panjang dan kompleks. "Namun, kita mendapat pengalaman banyak dari dialog-dialog. Kita terus belajar dan bangkit mencari manfaat." Ditambahkan SBY, sistem multipartai juga memberi kemampuan menyalurkan ide dan pandangan variatif.
Sementara, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, BDF menjadi bagian dari demokratisasi di wilayah regional. Di mana Indonesia berpartisipasi secara aktif.
Selain SBY, 2 kepala pemerintahan negara lain juga hadir dalam ajang ini. Mereka yakni Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.
Dan meski bukan termasuk pokok pembahasan dalam forum, isu penyadapan yang diduga dilakukan Amerika Serikat dan Australia diperkirakan akan jadi topik hangat. (Ein/Ism)
Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, forum tersebut punya arti penting untuk saling berbagi pengalaman. Terutama terkait demokrasi khususnya, bagi negara Asia Pasifik.
"Banyak konflik di kawasan lain seringkali menimbulkan dampak pada kawasan, bahkan global. Itu mengingatkan risiko bila tak memperhatikan isu demokrasi," kata SBY saat membuka Bali Democracy Forum VI di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2013)
Di sisi lain, demokrasi juga jadi tantangan bagi Indonesia yang kaya akan pluralitas. Namun, "Sudah dijamin dalam konstitusi hak-hak rakyat, termasuk kebebasan beragama, berekspresi, persamaan di bidang hukum," kata SBY.
Presiden menegaskan, menjamin hak minoritas dan menjamin kesetaraan semua orang di depan hukum adalah bagian penting dari demokratisasi di Indonesia. "Juga meningkatkan partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan."
Untuk itulah, Indonesia juga menerapkan desentralisasi pemerintahan. "Ini adalah pendekatan penting yang mengakhiri upaya separatisme di Aceh selama 30 tahun. Juga upaya sentral mendorong kemakmuran di Papua dan Papua Barat," kata SBY.
Sistem politik Indonesia yang multipartai memberikan ruang dan tantangan bagi partisipasi rakyat yang plural.
Memang ada perdebatan dan komplain bahwa proses politik di Indonesia terlalu panjang dan kompleks. "Namun, kita mendapat pengalaman banyak dari dialog-dialog. Kita terus belajar dan bangkit mencari manfaat." Ditambahkan SBY, sistem multipartai juga memberi kemampuan menyalurkan ide dan pandangan variatif.
Sementara, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, BDF menjadi bagian dari demokratisasi di wilayah regional. Di mana Indonesia berpartisipasi secara aktif.
Selain SBY, 2 kepala pemerintahan negara lain juga hadir dalam ajang ini. Mereka yakni Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.
Dan meski bukan termasuk pokok pembahasan dalam forum, isu penyadapan yang diduga dilakukan Amerika Serikat dan Australia diperkirakan akan jadi topik hangat. (Ein/Ism)