Liputan6.com, Cirebon: Sebanyak 30 kiai dan ulama khos se-Indonesia bersilaturahmi sekaligus bermusyawarah di Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (9/3). Tampak hadir di ponpes pimpinan Kiai Abdullah Abbas itu, KH Fachrudin Masturo dari Sukabumi, KH Abdullah Faqih dari Langitan, KH Sonhaji dari Kebumen, serta Tuan Guru KH Turmudji Badarudin dari Batu, Lombok, Nusatenggara Barat.
Pertemuan ulama khos itu berlangsung tertutup selama sekitar enam jam. Mereka membahas pencalonan KH Abdurrahman Wahid sebagai presiden RI periode 2004-2008. Menurut seorang kiai yang hadir, perdebatan yang timbul dalam pertemuan tersebut cukup alot.
Sejumlah ulama menyadari pencalonan Gus Dur akan terbentur undang-undang, terutama menyangkut kesehatan mantan presiden itu. Namun begitu, seluruh peserta silaturahmi akhirnya sepakat mencalonkan kembali Gus Dur sebagai presiden pada pemilu mendatang. Menurut sejumlah kiai, nama Gus Dur dikukuhkan sebagai capres karena sesuai dengan aspirasi warga Nahdlatul Ulama dan kalangan ponpes.
Awal bulan ini, lebih dari 300-an ulama, kiai, dan pengasuh ponpes se-Jawa Tengah juga mengadakan pertemuan serupa di Magelang. Para ulama sepakat untuk tetap mendukung PKB dengan menjagokan Gus Dur sebagai calon presiden [baca: Kiai Khos Mendukung PKB dan Gus Dur].(SID/Ridwan Pamungkas)
Pertemuan ulama khos itu berlangsung tertutup selama sekitar enam jam. Mereka membahas pencalonan KH Abdurrahman Wahid sebagai presiden RI periode 2004-2008. Menurut seorang kiai yang hadir, perdebatan yang timbul dalam pertemuan tersebut cukup alot.
Sejumlah ulama menyadari pencalonan Gus Dur akan terbentur undang-undang, terutama menyangkut kesehatan mantan presiden itu. Namun begitu, seluruh peserta silaturahmi akhirnya sepakat mencalonkan kembali Gus Dur sebagai presiden pada pemilu mendatang. Menurut sejumlah kiai, nama Gus Dur dikukuhkan sebagai capres karena sesuai dengan aspirasi warga Nahdlatul Ulama dan kalangan ponpes.
Awal bulan ini, lebih dari 300-an ulama, kiai, dan pengasuh ponpes se-Jawa Tengah juga mengadakan pertemuan serupa di Magelang. Para ulama sepakat untuk tetap mendukung PKB dengan menjagokan Gus Dur sebagai calon presiden [baca: Kiai Khos Mendukung PKB dan Gus Dur].(SID/Ridwan Pamungkas)