Liputan6.com, Lagos: Ratusan warga Kota Lagos, Nigeria, meninggalkan kampung halaman mereka menyusul bentrokan antarfaksi yang bertikai dari kelompok militan Yoruba. Kerusuhan membuat sejumlah orang tewas terbunuh dan delapan rumah dibakar, baru-baru ini. Mereka pergi dengan membawa peralatan rumah tangganya.
Para warga terbangun saat Subuh waktu setempat. Mereka kaget begitu mendengar suara tembakan yang dilepaskan anggota faksi lawan Kongres Rakyat O`dua, kelompok militan gerakan separatis yang sering membunuh warga Yoruba. Untungnya, polisi dan militer sudah menguasai keadaan tak lama setelah tembakan berbunyi.
Kelompok ini terbelah antara mereka yang mendukung pendiri kelompok dengan mereka yang mendukung Gani Adams. Gani mengaku menggunakan jimat untuk melindungi pengikutnya dan menghukum penentangnya. Sejak Presiden Olusegun Obasanjo menang pemilihan umum pada 1999 yang mengakhiri kebrutalan militer selama 15 tahun, lebih dari 10 ribu rakyat terbunuh.(ULF/Dew)
Para warga terbangun saat Subuh waktu setempat. Mereka kaget begitu mendengar suara tembakan yang dilepaskan anggota faksi lawan Kongres Rakyat O`dua, kelompok militan gerakan separatis yang sering membunuh warga Yoruba. Untungnya, polisi dan militer sudah menguasai keadaan tak lama setelah tembakan berbunyi.
Kelompok ini terbelah antara mereka yang mendukung pendiri kelompok dengan mereka yang mendukung Gani Adams. Gani mengaku menggunakan jimat untuk melindungi pengikutnya dan menghukum penentangnya. Sejak Presiden Olusegun Obasanjo menang pemilihan umum pada 1999 yang mengakhiri kebrutalan militer selama 15 tahun, lebih dari 10 ribu rakyat terbunuh.(ULF/Dew)