Liputan6.com, Jakarta - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 278,78 miliar. Dividen yang akan didapatkan pemegang saham itu setara Rp 80 per saham.
Perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (28/5/2026).
Advertisement
Adapun data keuangan per 31 Desember 2025 menjadi dasar untuk pembagian dividen antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,24 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 8,14 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 10,45 triliun.
Berikut jadwal pembagian dividen perseroan untuk tahun buku 2025:
- Tanggal efektif pada 22 Mei 2026
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 4 Juni 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 5 Juni 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 8 Juni 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 9 Juni 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 8 Juni 2026, waktu: 16.00
- Tanggal pembayaran dividen pada 18 Juni 2026
Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 26 Mei 2026, harga saham GJTL melemah 0,42 persen menjadi Rp 1.195 per saham. Harga saham GJTL berada di level tertinggi Rp 1.210 dan level terendah Rp 1.190 per saham. Kapitalisasi pasar saham Rp 4,16 triliun.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 1,23% ke posisi 6.130,19. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,71% menjadi 620,39. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Lo Kheng Hong Kembali Belanja Saham, GJTL dan SIMP jadi Incaran
Sebelumnya, Investor Lo Kheng Hong kembali membeli saham di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang lesu. Ia meningkatkan kepemilikan saham di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan membeli saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), 21 Mei 2025 dari data kepemilikan efek di atas 5%, dikutip Jumat (22/5/2026), investor Lo Kheng Hong menambah saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) sebesar 912.400 menjadi 235.830.900 saham GJTL atau 6,77% dari sebelumnya 234.918.500 atau 6,74%.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 22 Mei 2026, harga saham GJTL ditutup naik 1,72% menjadi Rp 1.185 per saham. Harga saham GJTL dibuka stagnan di Rp 1.165 per saham. Saham GJTL berada di level tertinggi Rp 1.190 dan terendah Rp 1.145 per saham. Total frekuensi perdagangan 900 kali dengan volume perdagangan 46.733 saham. Nilai transaksi Rp 5,5 miliar.
Selain menambah saham GJTL, Lo Kheng Hong juga membeli saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Ia membeli 793.640.400 saham SIMP atau sebesar 5,12%. Namun, belum diketahui harga pembelian saham SIMP oleh Lo Kheng Hong.
Sebelumnya Lo Kheng Hong melepas saham SIMP sebanyak dua kali pada 14 April 2026. Pertama, ia melepas 1.377.000 saham SIMP dengan harga Rp 925 per saham. Kedua, ia menjual 6.812.000 saham SIMP dengan harga Rp 920 per saham. Total penjualan saham 8.189.500 saham SIMP dengan nilai transaksi Rp 7,54 miliar. “Tujuan transaksi untuk merealisasikan keuntungan dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 22 Mei 2026, saham SIMP ditutup naik 4,67% menjadi Rp 560 per saham. Harga saham SIMP dibuka melemah lima poin menjadi Rp 530 per saham. Harga saham SIMP berada di level tertinggi Rp 565 dan terendah Rp 520 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.890 kali dengan volume perdagangan saham 242.523 saham. Nilai transaksi Rp 13 miliar.