10 Hal yang Bikin Orang Kaya Malas Keluarkan Duit (1)

Para konglomerat rela menghabiskan uang demi meraih apa yang diinginkannya. Tapi ada beberapa barang yang bikin mereka malas rogoh kocek.

oleh Siska Amelie F DeilDiterbitkan 02 November 2013, 16:37 WIB

Para konglomerat seringkali terlihat boros dan tak segan-segan menghabiskan uang untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Namun Siapa bilang orang kaya tak pernah pikir panjang saat mengeluarkan uang?

Faktanya, meski kaya raya, terdapat beberapa barang yang membuat konglomerat enggan merogoh uang dari kantongnya.

Seperti dilansir dari The Richest, Sabtu (2/11/2013), orang-orang paling kaya di dunia selalu bekerja keras untuk memastikan kekayaannya tidak berkurang bahkan bertambah. Para pengusaha sukses selalu mengawasi keamanan dan berbagai peluang investasi yang tersedia. Tak berhenti sampai disana, berbagai sumber uang pun terus digalinya guna memastikan kecukupan harta pribadi di rumahnya.

Namun terdapat sejumlah barang yang membuat orang kaya merasa malas mengeluarkan uangnya. Barang-barang tersebut biasanya dibeli sebagai pelengkap berbagai produk lain yang telah dimilikinya. Sebut saja bahan bakar mobil, setiap harinya kendaraan-kendaraan super mahal yang dimilikinya bisa menelan lebih banyak biaya.

Meski kaya raya, tapi uang yang harus dikeluarkan untuk menebus barang-barang tersebut tetap dinilai mahal. Berikut 5 dari 10 hal yang membuat orang kaya paling enggan mengeluarkan uangnya:



1. Pajak

Tak hanya pegawai biasa yang harus terkena wajib pakak, orang-orang terkaya dunia juga harus membayarnya. Namun jumlah pajak yang harus dilunasi orang-orang kaya tentu jauh lebih mahal.

Faktanya, di Amerika Serikat (AS), konglomerat berpenghasilan sekitar US$ 10 juta atau Rp 111,7 miliar per tahun harus membayar pajak senilai hampir US$ 2,5 juta atau Rp 27,9 miliar setiap tahunnya. Artinya seseorang berpenghasilan US$ 2 juta atau setara Rp 22,3 miliar harus membayar pajak sejumlah US$ 500 ribu (Rp 5,5 miliar) per tahun.



2. Rumah

Saat ini, harga-harga rumah terus melambung tinggi dan menjadi semakin mahal. Para orang kaya bisa jadi menggelontorkan uang sedikitnya US$ 2 juta atau Rp 22,3 miliar untuk memperoleh satu rumah mewah.

Namun pembelian rumah menggunakan sistem kredit akan membuat para orang kaya tersebut membayar rumah tersebut dengan harga lebih tinggi. Dengan bunga itu, harganya bisa naik hingga US$ 3,5 juta atau Rp 39,1 miliar.




3. Uang tip untuk supir pengganti

Di kalangan orang kaya istilah supir pengganti sudah tidak asing lagi. Namun harganya seringkali setara dengan biaya menggaji supir pribadi. Tak hanya itu, menggunakan supir pengganti bisa membuat para konglomerat mengeluarkan biaya tambah




4. Asisten pribadi

Mempekerjakan asisten pribadi bisa membuat Anda mengeluarkan biaya lebih tinggi. Rata-rata gaji asisten pribadi berkisar di harga US$ 40 ribu atau Rp 447 juta selama setahun. Seringkali gaji tersebut tidak termasuk biaya transportasi.



5. Penerbangan first class

Saat berkungjung ke luar negeri, orang super kaya biasanya menggunakan penerbangan first class agar bisa sekaligus menunjukkan status sosialnya.

Dibandingkan penerbangan kelas ekonomi, satu orang kaya bisa mengeluarkan uang hingga tiga atau empat kali lipat lebih mahal. Seringkali para konglomerat mengeluhkan biaya tiket penerbangan yang terlalu tinggi, tapi dia merasa pantas mendapatkannya.

Terlebih lagi, harga penerbangan kelas eksklusif itu bisa bertambah mahal untuk beberapa rute tertentu. Biaya penerbangannya bisa mencapai US$ 10 ribu (Rp 111,7 juta) sekali jalan.
 
(Sis/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya