Indonesia Paling Korup se-Asia

Survei lembaga Political and Economic Risk Consultancy membuktikan Indonesia adalah negara terkorup di Asia. Sedangkan Singapura dinyatakan sebagai negara yang paling bersih.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Maret 2004, 09:18 WIB
Liputan6.com, Hongkong: Indonesia kembali dinyatakan sebagai negara terkorup Asia oleh Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berkedudukan di Hongkong. Indonesia mendapat skor 9,25 poin sedangkan Singapura berada di poin nol alias negara paling bersih. Hasil penelitian terhadap pengusaha-pengusaha asing di negara-negara Asia ini diumumkan PERC mulai Rabu (3/3).

PERC mengurutkan negara-negara Asia berdasarkan tingkat korupsi di dalam negerinya. Skala yang digunakan adalah nol untuk tingkat korupsi paling rendah dan 10 untuk yang tertinggi. Semakin besar nilainya, semakin besar pula tingkat korupsi di negara itu. Dengan skor mencapai angka 10, korupsi Indonesia bisa dikatakan sudah luar biasa. Sementara India mendapat 8,9 poin, Vietnam 8,67 poin, Filipina 8,33 poin, dan Thailand 7,33 poin.

Sebenarnya persepsi korupsi pada mayoritas negara Asia sudah meningkat pada tahun silam, seperti yang tergambar dalam survei PERC yang dilakukan pada Januari hingga pertengahan Februari 2004. Peningkatan besar hanya terjadi di negara Cina dan Thailand. Sedangkan Vietnam, India, dan Indonesia mempunyai reputasi yang lemah sekali dalam hal penilapan.

Tahun silam, Indonesia bersama Kenya berada di posisi keenam negara terkorup dunia dari 133 negara yang masuk dalam indeks persepsi korupsi yang dirilis Transparansi Internasional. Nilai indeks persepsi korupsi Indonesia adalah 1,9 dari rentang nilai 1-10. Dengan nilai tersebut, Indonesia masuk rangking utama dari 133 negara yang diteliti.

Sementara, peringkat pertama, dengan nilai persepsi paling bersih korupsi adalah Finlandia, dengan nilai 9,7. Singapura, negara tetangga masuk dalam peringkat kelima, dengan nilai 9,4. Malaysia juga berada jauh di atas Indonesia, yakni di peringkat ke-37 dengan nilai 5,7.

Survei ini dilansir Tranparansi Internasional Indonesia (TII yang juga salah satu cabang dari 87 cabang nasional dari Transparansi Internasional yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Lembaga yang didirikan pada 1993 ini adalah satu-satunya organisasi nonpemerintah dan nonprofit yang mencurahkan perhatian secara khusus untuk memberangus korupsi.(TNA/Indy Rahmawati)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya