Penguatan Strategi Dekarbonisasi dan Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi dalam rangka mendukung proses dekarbonisasi dan transisi energi secara berkelanjutan di tanah air.

oleh Tim NewsDiterbitkan 27 Mei 2026, 19:35 WIB
PT PLN EPI bekerja sama dengan Carbon Ethics melaksanakan proyek rehabilitasi mangrove di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi dalam rangka mendukung proses dekarbonisasi dan transisi energi secara berkelanjutan di tanah air.

Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI Muhammad Aminuddin mengatakan, sebagai perusahaan, yang mengelola energi primer, PLN EPI memiliki tanggung jawab tidak hanya menjaga ketahanan pasokan energi.

Tetapi juga, kata dia, memastikan operasional bisnis berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi lokasi strategis berbagai fasilitas energi perusahaan.

"PLN EPI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun, di saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang menjadi rumah bagi mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon," ujar Aminuddin dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Rabu (27/5/2026).

Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, PLN EPI menyelenggarakan HSSE Talk #4 bertema 'Nature-Based Solutions for Decarbonization: Unlocking the Power of Blue Carbon Ecosystems'.

 

Kemampuan Menyerap Karbon

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat 22 Mei 2026 itu diikuti jajaran manajemen dan insan PLN EPI Group sebagai bagian dari penguatan budaya keberlanjutan perusahaan.

Aminuddin menjelaskan, ekosistem mangrove dan padang lamun memiliki kemampuan menyerap karbon hingga sepuluh kali lebih efektif dibandingkan hutan daratan.

"Potensi tersebut menjadikan ekosistem pesisir sebagai salah satu solusi berbasis alam (nature-based solutions/NBS) yang penting dalam mendukung target penurunan emisi nasional dan komitmen net zero emission Indonesia pada 2060," terang dia.

Aminuddin menambahkan, pengembangan bisnis energi ke depan harus dijalankan dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan.

 

Keberlanjutan jadi Bagian Penting

Menurut Aminuddin, meningkatnya tuntutan regulasi, ekspektasi investor, serta berkembangnya pasar karbon domestik menjadi momentum bagi PLN EPI untuk memperkuat strategi bisnis yang nature positive.

"PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor integrasi nature-positive strategy dalam operasional energi. Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah," papar dia.

Sementara itu, Senior Business Development Manager CarbonEthics Farhan Prastiyan menjelaskan, solusi berbasis alam memiliki potensi besar dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir.

Menurut Farhan, rehabilitasi mangrove, konservasi lahan gambut, hingga pengelolaan pesisir berkelanjutan tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas penyerapan karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis blue economy dan pemberdayaan masyarakat lokal.

"Dalam salah satu proyek rehabilitasi mangrove di Tanjung Pakis, Karawang, PLN EPI bekerja sama dengan Carbon Ethics menjadi bagian dari penanaman mangrove dengan melibatkan komunitas lokal dan menciptakan manfaat bagi ribuan masyarakat pesisir melalui pelatihan, pengembangan UMKM, hingga ekonomi berbasis ekowisata," jelas Farhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya