Liputan6.com, Kabul: Umat muslim di Afghanistan, Senin (1/3), memperingati Hari Asyura 10 Muharam untuk mengenang wafatnya Imam Hussein bin Ali, cucu Nabi Muhammad. Sesuai dengan tradisi Syiah, ratusan muslim di Afghanistan melakukan ma`atan, mencambuk dan melukai diri. Ritual ini sebagai ungkapan duka atas wafatnya Imam Hussein di Padang Karbala, Irak, 13 abad silam.
Untuk pertama kalinya, Hari Asyura diperingati secara terbuka di Afghanistan. Ini berkat kesungguhan pemerintahan pasca-Taliban yang mengeluarkan konstitusi tentang toleransi sehingga setiap orang bebas mengekspresikan keagamaannya.
Sebagian besar muslim Syiah Afghanistan berasal dari kelompok etnis Hazara, kelompok minoritas yang bertalian dengan Syiah di Iran. Wafatnya Hussein juga diperingati muslim Sunni. Namun, mereka memperingatinya tidak menyakiti tubuh melainkan melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan berpawai di jalan-jalan Kota Kabul.(YYT/Nlg)
Untuk pertama kalinya, Hari Asyura diperingati secara terbuka di Afghanistan. Ini berkat kesungguhan pemerintahan pasca-Taliban yang mengeluarkan konstitusi tentang toleransi sehingga setiap orang bebas mengekspresikan keagamaannya.
Sebagian besar muslim Syiah Afghanistan berasal dari kelompok etnis Hazara, kelompok minoritas yang bertalian dengan Syiah di Iran. Wafatnya Hussein juga diperingati muslim Sunni. Namun, mereka memperingatinya tidak menyakiti tubuh melainkan melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan berpawai di jalan-jalan Kota Kabul.(YYT/Nlg)