Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menghadiri acara Dialog Interaktif Etika Birokrasi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Balaikota, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Mahfud mengatakan sebagai pejabat pemerintahan tidak boleh sombong.
"Seharusnya pejabat itu ojo dumeh alias tidak sombong," kata Mahfud, Selasa (29/10/2013).
Seringkali, lanjut Mahfud, orang yang menduduki jabatan tertentu lupa pengertian dari 'pemerintah'. Kata itu dinilai bukan berarti memerintah sesuka hati, tapi harusnya melayani. "Kata 'pemerintah' setara dengan kata administratur yang mempunyai arti melayani," ujarnya.
Selain mengingatkan soal kesombongan pejabat pemerintah, Mahfud juga meminta pejabat untuk tetap konsisten akan janjinya.
"Contoh kasus harga BBM katanya mau naik, terus nggak jadi naik karena berbagai dorongan. Tapi harga di pasar sudah naik duluan dan memberatkan masyarakat. Kalau mesti naik ya naik saja, jangan bikin bingung," imbuh tokoh Madura tersebut.
Sebagai pesan akhir dalam dialog itu, Mahfud menegaskan pejabat disiapkan untuk berhadapan dengan masalah, bukan lari dari masalah.
"Pemimpin terpilih harus mampu menghadapi itu. Tidak mungkin semua harus sepaham. Tugas pemimpin menentukan dan mengajak masyarakat untuk ikut dengannya. Selalu ada risiko yang harus dihadapi. Makanya pemimpin harus ojo dumeh," tandas Mahfud. (Ali/Sss)
"Seharusnya pejabat itu ojo dumeh alias tidak sombong," kata Mahfud, Selasa (29/10/2013).
Seringkali, lanjut Mahfud, orang yang menduduki jabatan tertentu lupa pengertian dari 'pemerintah'. Kata itu dinilai bukan berarti memerintah sesuka hati, tapi harusnya melayani. "Kata 'pemerintah' setara dengan kata administratur yang mempunyai arti melayani," ujarnya.
Selain mengingatkan soal kesombongan pejabat pemerintah, Mahfud juga meminta pejabat untuk tetap konsisten akan janjinya.
"Contoh kasus harga BBM katanya mau naik, terus nggak jadi naik karena berbagai dorongan. Tapi harga di pasar sudah naik duluan dan memberatkan masyarakat. Kalau mesti naik ya naik saja, jangan bikin bingung," imbuh tokoh Madura tersebut.
Sebagai pesan akhir dalam dialog itu, Mahfud menegaskan pejabat disiapkan untuk berhadapan dengan masalah, bukan lari dari masalah.
"Pemimpin terpilih harus mampu menghadapi itu. Tidak mungkin semua harus sepaham. Tugas pemimpin menentukan dan mengajak masyarakat untuk ikut dengannya. Selalu ada risiko yang harus dihadapi. Makanya pemimpin harus ojo dumeh," tandas Mahfud. (Ali/Sss)