Liputan6.com, Jakarta - Kapitalisasi pasar perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Micron Technology Inc mencapai lebih dari US$ 1 triliun atau Rp 17.793 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.790) untuk pertama kali pada Selasa, 26 Mei 2026. Lonjakan harga saham Micron itu dipicu permintaan kecerdasan buatan untuk chip memori-nya.
Mengutip CNBC, Rabu (27/5/2026), lonjakan saham terjadi ketika UBS kerek target harga saham dari US$ 535 atau Rp 9,5 juta menjadi US$ 1.625 atau Rp 28,9 juta per saham, dengan alasan peluang perjanjian jangka panjang dengan penetapan harga sebagian tetap.
Advertisement
“Kami percaya pasar akan mulai memberikan valuasi yang lebih ‘normal’ pada saham tersebut dan MU akan terus meningkat nilainya seiring munculnya lebih banyak detail tentang perubahan struktural yang telah didorong AI pada seluruh kompleks memori,” tulis perusahaan tersebut.
Target harga baru menunjukkan saham dapat meningkat lebih dari dua kali lipat dari penutupan Jumat. Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, harga saham Micron ditutup naik 2,08% menjadi US$ 914,53 atau Rp 16,29 juta.
Micron termasuk di antara sejumlah produsen chip baru yang mendapat manfaat dari tahap selanjutnya dari perlombaan AI. Investor berbondong-bondong membeli saham yang terkait dengan unit pemrosesan pusat dan memori, yang dibutuhkan untuk menjalankan dan memproses beban kerja agen, di medan pertempuran yang dulunya didominasi oleh Nvidia.
Permintaan yang eksplosif untuk AI telah menyebabkan kekurangan memori global yang sulit dipenuhi oleh produsen chip seperti Micron. Hal itu memungkinkan Micron dan pesaingnya, SK Hynix dan Samsung , untuk menaikkan harga. Saham Micron telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak awal tahun.
Reli Saham Produsen Chip
Beberapa minggu yang lalu, Micron melampaui valuasi pasar US$ 700 miliar atau Rp 12.445 triliun dan melesat ke jajaran perusahaan teknologi AS yang paling berharga.
Intel, setelah melewatkan reli AI di awal, telah naik lebih dari enam kali lipat dan diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa. Produsen chip Amerika ini sedang dalam proses pemulihan besar setelah investasi signifikan dari pemerintah AS musim panas lalu. Qualcomm, Advanced Micro Devices dan Marvell Technologyjuga telah mencapai level tertinggi baru.