Kadis Pendidikan DKI Lapor Kronologi Video Asusila SMP ke Jokowi

Kadinas Dikbud DKI mendatangi Gubernur Jokowi di kantornya. Dia melaporkan kasus beredarnya video mesum pelajar SMP di Jakarta Pusat.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 28 Okt 2013, 13:38 WIB
Kepala Dinas Pemdidikan dan Kebudayaan DKI Jakata, Taufik Yudi Mulyanto, menemui Jokowi. Kedatangan Taufik untuk memberikan penjelasan kepada Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu perihal kasus beredarnya video mesum pelajar salah satu SMP di Jakarta Pusat.

"Setelah saya laporkan kronologinya, beliau menyampaikan pandangan yang mementingkan peserta didik lainnya, yang tidak mengetahui. Bisa saja jadi tahu hanya karena terpengaruh hal lain," ujar Taufik di Balaikota DKI, Jakarta, Senin, (28/10/2013).

Taufik menjelaskan dari mulai kronologi kasus sampai bagaimana rekaman video asusila yang diduga melibatkan 10 pelajar itu beredar luas. Jokowi, menurut Taufik menekankan agar seluruh siswa yang secara tidak langsung ikut menjadi korban karena beredarnya video itu dilakukan rehabilitasi, agar tidak mengganggu mental dan psikologis para siswa.

"Di sana ada 617 anak didik, yang melakukan ada 10 orang, jangan sampai mengganggu keberadaan anak lainnya yang punya prestasi. Di SMP itu ada yang juara olimpiade tingkat nasional, lalu Paskibra, olahraga dan kesenian. Kita fokus menjaga 600 anak lainnya, menumbuhkan kepercayaan diri dan intelektualitas mereka," kata Taufik.

Terkait dengan nasib para pelajar yang terlihat dalam rekaman video tersebut, Taufik mengatakan atas permintaan para siswa, mereka telah dipindahkan ke sekolah lain. Ia pun membantah kalau atas tindakan itu mereka telah dikeluarkan.

"Bukan dikeluarkan dari sekolah. Tapi yang ada dipindahkan ke sekolah lain atau melanjutkan. Mereka pindah atas kemauan sendiri dan kemauan bersama, demi memikirkan aspek psikologis dalam pengembangan anak-anak itu," kata dia.

Menurut Taufik, cara dengan memindahkan para pelajar itu ke sekolah lain sudah menjadi bagian dari sanksi sosial yang diterima oleh para pelaku.

"Anak yang jadi pelakunya sudah terpukul dengan keadaan seperti ini. Jadi kalau sudah diambil tindakan, hukuman sosial ini juga dipertimbangkan," kata Taufik.

Sebelumnya, Jokowi mengaku enggan memberikan komentar lebih jauh terkait beredarnya video mesum pelajar itu. Dia menuturkan sedang mengumpulkan data terkait peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan tersebut. "Harus hati-hati, saya mau kumpulin dulu informasinya. Kalau nggak ngerti secara detail, saya belum mau komentar," tegasnya. (Ado/Ism)


Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya