Terobos Palang Pintu, Bus Sekolah Ditabrak Kereta Hingga 4 Orang Tewas

Dua korban tewas termasuk anak-anak.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 26 Mei 2026, 18:39 WIB
Minibus tersebut mengangkut tujuh anak dan dua orang dewasa saat bertabrakan dengan kereta api. (Dok. AFP)

Liputan6.com, Brussels - Empat orang, termasuk dua anak-anak, tewas setelah sebuah kereta komuter menabrak minibus antar-jemput sekolah di wilayah utara Belgia pada Selasa (26/5/2026). Demikian disampaikan wakil perdana menteri negara itu.

"Tabrakan tragis antara kereta dan bus sekolah terjadi di Buggenhout pagi ini. Empat orang tewas, termasuk dua anak-anak," tulis Maxime Prevot di platform X.

Kantor kejaksaan umum dalam konferensi pers menyebutkan bahwa anak-anak yang menjadi korban berusia 15 tahun dan 12 tahun.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan kepada media bahwa tujuh anak, seorang pendamping, dan seorang pengemudi berada di dalam minibus tersebut.

"Benturannya sangat dahsyat," kata juru bicara kepolisian Frederic Sacre, yang menggambarkan jumlah korban sebagai sesuatu yang tragis.

"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.08 ketika sebuah minibus ditabrak kereta yang dijadwalkan berhenti di stasiun berikutnya, yang berjarak sekitar satu kilometer."

Berdasarkan laporan resmi kantor Kejaksaan Belgia dan operator infrastruktur kereta api Infrabel yang dikutip media Associated Press, kecelakaan tragis ini dipicu oleh minibus menerobos perlintasan sebidang. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian membuktikan bahwa saat minibus tersebut masuk ke area rel, lampu peringatan darurat sudah menyala merah dan palang pintu pembatas jalan telah tertutup sepenuhnya. Akibatnya, kereta yang sedang melaju di jalurnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengereman mendadak sehingga tabrakan fatal tidak dapat dihindarkan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dirinya sangat berduka atas kecelakaan ini.

"Belasungkawa terdalam saya sampaikan kepada keluarga korban dan orang-orang tercinta mereka. Hari ini, Eropa berduka bersama Belgia," tulisnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya