Investor Belvin Tannadi Jelaskan soal Kepemilikan Saham BAPA di Atas 5 Persen

Investor Belvin Tannadi memiliki 7,33% saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) per 30 April 2026.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 26 Mei 2026, 15:31 WIB
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI) (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Investor sekaligus influencer saham Belvin Tannadi buka suara terkait kepemilikan sahamnya di PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang telah melampaui batas 5% dari total saham tercatat perseroan. Penjelasan tersebut disampaikan Belvin dalam tanggapannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (26/5/2026).

Berdasarkan data per 30 April 2026, Belvin tercatat memiliki sebanyak 48.554.600 saham BAPA atau setara 7,337% dari total saham tercatat perusahaan. Kepemilikan tersebut membuat BEI meminta klarifikasi terkait latar belakang investasi, mekanisme transaksi hingga kewajiban pelaporan kepemilikan saham.

Menjawab pertanyaan BEI mengenai alasan menjadi pemegang saham BAPA dengan kepemilikan lebih dari 7%, Belvin menegaskan pembelian saham emiten properti tersebut murni dilakukan untuk tujuan investasi. Menurut Belvin, tidak ada agenda atau tujuan lain di balik akumulasi saham yang dilakukannya. Ia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari aktivitas investasi yang biasa dilakukan di pasar modal.

Terkait transaksi yang membentuk kepemilikan 48,55 juta saham tersebut, Belvin menjelaskan seluruh pembelian dilakukan melalui pasar reguler Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, transaksi berlangsung melalui sistem perdagangan elektronik yang berlaku di bursa. "Transaksi terjadi di pasar reguler Interaksi antar investor tidak terjadi secara langsung face-to-face, melainkan melalui sistem elektronik yang terintegrasi melalui sistem bursa," ujar Belvin.

Bantah Gunakan Rekening Nominee

BEI juga meminta klarifikasi mengenai kemungkinan penggunaan rekening efek nominee dalam transaksi saham BAPA. Menanggapi hal tersebut, Belvin membantah pernah menggunakan rekening nominee. Ia menegaskan seluruh transaksi saham yang dilakukan tercatat atas nama pribadinya.

"Saya tidak pernah memiliki rekening efek nominee, semua transaksi jelas atas nama BELVIN TANNADI," tegasnya.

Tak Menyadari Kepemilikan

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, Belvin juga diminta mengonfirmasi apakah kepemilikan sahamnya di BAPA melibatkan PT Adicipta Griya Sejati (AGS) maupun PT Inti Fikasa Sekuritas (BF). Ia menegaskan tidak ada keterlibatan kedua pihak tersebut dalam kepemilikan sahamnya. Belvin juga membantah adanya hubungan afiliasi dengan PT Adicipta Griya Sejati maupun PT Inti Fikasa Sekuritas. Menurutnya, tidak terdapat hubungan khusus apa pun dengan kedua entitas tersebut.

Tak Menyadari Kepemilikan Lewati 5%

Dalam keterangannya kepada BEI, Belvin juga menjelaskan alasan belum menyampaikan Laporan Kepemilikan Saham (LKS) sebagaimana diwajibkan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 10/SEOJK.04/2025.

Belvin mengaku tidak mengetahui akumulasi saham yang dimilikinya telah melampaui ambang batas 5% kepemilikan yang mewajibkan pelaporan kepada regulator. "Tidak mengetahui sudah melebihi 5% kepemilikkan," pungkasnya.

 

Penutupan IHSG pada Sesi Pertama 26 Mei 2026

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah dan kembali ke 6.100 pada sesi pertama perdagangan saham Selasa, (26/5/2026). IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 0,91 persen menjadi 9.149,68 pada sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,18 persen menjadi 623,78. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG menyentuh level tertinggi 6.286,87 dan level terendah 6.132,34. Sebanyak 396 saham tertekan dan 253 saham menguat. 169 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.215.837 kali dengan volume perdagangan saham 15,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.789.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan berada di zona hijau dan sektor saham transportasi melonjak 1,5%.

Di sisi lain, sektor saham energi turun 0,34%, sektor saham basic susut 0,07%, sektor saham industri tergelincir 2,08%. Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,72%, sektor saham consumer siklikal turun 1,35%, sektor saham keuangan terperosok 1,19%. Lalu sektor saham properti melemah 1,11%, sektor saham teknologi tergelincir 0,37%, dan sektor saham infrastruktur susut 0,02%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya