Pelajar Tewas Kesetrum di Atap KRL

Seorang pelajar berusia 12 tahun tewas tersengat listrik di atap gerbong KRL jurusan Jakarta-Bogor, Jabar. Kondisi tubuh korban ditemukan berasap lantaran mengalami luka bakar yang cukup parah.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Februari 2004, 08:02 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Larangan tak naik atap Kereta Rangkaian Listrik (KRL) sepertinya hanya tinggal peraturan. Senin (23/2), Dedi Syahputra, seorang pelajar berusia 12 tahun ditemukan tewas tersengat listrik di atap KRL yang tengah melaju ke arah Bogor, Jawa Barat. "Sudah gosong begitu," kata Novrizal, seorang petugas Portir Stasiun Duren, Kalibata, Jakarta Selatan, yang pertama kali melihat mayat korban.

Dedi diperkirakan naik dari stasiun Cawang, Jakarta Timur, bersama dengan temannya. Saat rangkaian KRL jurusan Jakarta-Bogor tiba di Stasiun Duren, Kalibata, seorang petugas portir stasiun melihat asap mengepul dari atap gerbong. Setelah dilihat, ternyata asap berasal dari tubuh Dedi yang terbakar. Untuk kepentingan visum, jenasah warga Gang Kirai Bojong Gede, Bogor, itu langsung dibawa personel Kepolisian Sektor Metro Pancoran, Jaksel, ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Kasus orang kesetrum di atas KRL Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi memang kerap terjadi. Setahun silam, seorang anak juga berusia 12 tahun kesetrum di atap gerbong sebuah KRL jurusan Merak-Jakarta [baca: Menaiki Atap KRL, Nyawa Bocah Itu Melayang]. Kecelakaan itu terjadi di Stasiun Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang, Banten.(AWD/Bondan Wicaksono)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya