Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), George Oetomo menambah kepemilikan saham perseroan melalui transaksi pembelian saham di pasar reguler.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026), George Oetomo membeli sebanyak 250 ribu saham TAPG pada 20 Mei 2026 dengan harga Rp 1.525 per saham. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 381,25 juta.
Advertisement
Setelah transaksi tersebut, jumlah saham yang dimiliki George Oetomo meningkat dari 55.556.100 saham menjadi 55.558.600 saham. Seiring dengan itu, porsi kepemilikannya naik tipis dari 0,2798 persen menjadi 0,2799 persen.
Dalam dokumen tersebut disebutkan, transaksi dilakukan dengan tujuan investasi. Adapun status kepemilikan saham dilaporkan sebagai kepemilikan langsung dan tidak mengubah status pengendalian terhadap perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PT Triputra Agro Persada Tbk yang merupakan emiten milik pengusaha Theodore Permadi Rachmat membukukan pendapatan sebesar Rp 2,49 triliun, turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,62 triliun.
Laba Triputra Agro Persada
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok penjualan TAPG juga terkoreksi 4,2 persen secara tahunan menjadi Rp 1,64 triliun. Namun demikian, laba bruto perseroan ikut tertekan 6,1 persen menjadi Rp 856,17 miliar pada kuartal I-2026, dari sebelumnya Rp 911,75 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, emiten yang berada di bawah kendali PT Persada Capital Investama dan PT Triputra Investindo Arya ini mencatatkan laba usaha sebesar Rp 667,94 miliar, turun 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, bagian laba dari ventura bersama dan entitas asosiasi tercatat Rp 229,05 miliar atau melemah 11,8 persen secara tahunan.
Dengan capaian tersebut, laba sebelum pajak penghasilan TAPG pada kuartal I-2026 tercatat Rp 915,12 miliar, turun 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 990,24 miliar.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan senilai Rp 147,86 miliar, laba periode berjalan Triputra Agro tercatat sebesar Rp 767,26 miliar atau turun 8,1 persen secara tahunan. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 739,76 miliar pada tiga bulan pertama 2026.