Liputan6.com, Antartika - Para penjelajah menemukan sebuah pulau tak dikenal di wilayah Antarctica yang selama bertahun-tahun ditandai sebagai “zona bahaya” di peta navigasi. Penemuan itu menarik perhatian karena kawasan tersebut jarang dijelajahi akibat cuaca ekstrem dan medan yang sulit.
Dilansir dari Fox News pada Senin (25/5/2026), penemuan tersebut diumumkan oleh Alfred Wegener Institute (AWI), pusat penelitian kutub asal Jerman yang berbasis di Bremerhaven.
Advertisement
Pulau itu ditemukan saat ilmuwan melakukan ekspedisi menggunakan RV Polarstern untuk meneliti penurunan es laut di kawasan Antartika.
Penemuan bermula ketika cuaca buruk memaksa tim berlindung di Joinville Island. Saat memeriksa peta navigasi, peneliti Simon Dreutter melihat area yang ditandai sebagai bahaya navigasi tanpa penjelasan jelas mengenai penyebabnya.
Awalnya tim mengira objek yang terlihat merupakan gunung es. Namun setelah mendekat, mereka menyadari objek tersebut adalah daratan berbatu.
Para peneliti kemudian mengelilingi pulau itu dan memetakan dasar laut menggunakan alat pendeteksi gema serta drone. Pulau tersebut memiliki panjang sekitar 130 meter, lebar 50 meter, dan menjulang sekitar 16 meter di atas permukaan laut.
AWI menyebut sebagian besar wilayah Antartika hingga kini masih belum dipetakan secara detail. Nama resmi pulau tersebut juga belum ditetapkan dan masih menunggu proses pengajuan kepada Scientific Committee on Antarctic Research (SCAR).