Pasokan Senjata Mewarnai Kerusuhan Poso

Orang luar terlibat dalam kasus kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah. Buktinya, pengiriman senjata dan amunisi menggunakan helikopeter dan pesawat Cassa.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Januari 2001, 06:56 WIB
Liputan6.com, Poso: Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah, kembali menggelar persidangan kasus kerusuhan Poso, Senin (29/1). Sidang yang menyeret terdakwa Cornelius Tibo, pemimpin pasukan Kelelawar Hitam, kali ini mendengarkan keterangan tiga saksi. Seorang di antara mereka bernama Anton, yang dianggap sebagai saksi kunci.

Dalam kesaksiannya, Anton mengatakan, saat bergabung dengan pasukan Kelelawar Hitam, ia pernah disuruh menjemput peti yang berisi puluhan pucuk senjata laras panjang. Senjata tersebut dikirim ke tengah hutan di Desa Kilei dengan menggunakan helikopter. Anton juga mengaku pernah mengambil barang yang dikirim dengan pesawat Cassa di tepian Danau Poso.

Meski demikian, pengakuan tersebut tak diakui Tibo. Para pengunjung dan majelis hakim juga sempat terkejut dengan pengakuan Anton itu. Pasalnya, secara finansial, kedua kelompok yang berikai tak mungkin mendatangkan helikopter atau pesawat Cassa. Itu sebabnya, keterangan tersebut akan dikembangkan pada persidangan lanjutan yang akan digelar pada Kamis Lusa.

Seusai persidangan, massa yang memadati halaman PN Palu langsung mengejar dan melempari mobil yang ditumpangi Tibo, ketika hendak kembali ke rumah tahanan. Peristiwa itu juga pernah terjadi pada persidangan sebelumnya. Untungnya, aksi ini tak sempat meluas, karena polisi keburu sigap mengamankan situasi.(AWD/Aldrin Kiay Demak)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya