Top 3 Tekno: Kebocoran Data Pengguna Trump Mobile Tuai Perhatian

Data pengguna Trump Mobile yang tersebar bebas meliputi nama lengkap, alamat email, alamat rumah, nomor ponsel, hingga nomor identifikasi pesanan.

oleh IskandarDiterbitkan 25 Mei 2026, 11:00 WIB
Credit: Trump Mobile

Liputan6.com, Jakarta - Kebocoran data pengguna Trump Mobile menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (24/5/2026) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari Malaysia yang resmi melarang anak di bawah 16 tahun main medsos mulai 1 Juni 2026.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Penjelasan Trump Mobile soal Kebocoran Data Pengguna

Trump Mobile resmi mengonfirmasi terjadinya insiden keamanan yang mengekspos data pribadi para penggunanya ke jaringan internet publik. Untuk diketahui, perusahaan telekomunikasi dan vendor HP ini adalah milik anak Presiden Donald Trump, Donald Trump Jr. dan Eric Trump.

Informasi sensitif yang tersebar bebas tersebut meliputi nama lengkap, alamat email, alamat rumah, nomor ponsel, hingga nomor identifikasi pesanan pelanggan.

Juru bicara Trump Mobile, Chris Walker, menyatakan bahwa pihak perusahaan tengah melakukan investigasi mendalam terkait paparan data ini. 

Kendati demikian, Walker mengeklaim hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya konten komunikasi maupun informasi finansial pengguna yang ikut bocor ke publik.

Diwartakan Techcrunch, Minggu (24/5/2026), pihak manajemen juga menegaskan bahwa tidak ada peretasan (breach) langsung pada jaringan, sistem, ataupun infrastruktur internal Trump Mobile.

Menurut penjelasan Walker, celah keamanan ini berkaitan erat dengan platform vendor pihak ketiga yang mengintegrasikan "operasional tertentu" dari Trump Mobile. Sayangnya, ia menolak untuk membeberkan nama maupun identitas penyedia layanan pihak ketiga tersebut.

Baca selengkapnya di sini

 

2. Ikut Indonesia, Malaysia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos per 1 Juni 2026

Panduan dan pertimbangan mendalam sebelum Anda memutuskan untuk memberikan akses menuju dunia digital. [Dok/Pexels.com/Alex Green].

Pemerintah Malaysia mengambil langkah drastis demi melindungi generasi muda di ranah digital. Mulai 1 Juni 2026, aturan baru yang melarang anak-anak berusia di bawah 16 tahun menggunakan media sosial (medsos) akan resmi diberlakukan.

Kebijakan tegas ini mewajibkan seluruh platform jejaring sosial untuk memastikan tidak ada pengguna di bawah umur yang mengakses layanan mereka. Regulasi ini sebelumnya telah disetujui oleh kabinet Malaysia sejak November 2025.

Dilaporkan Engadget, Minggu (24/5/2026), langkah Malaysia ini menyusul tren global yang dipelopori oleh Australia, yang meloloskan undang-undang serupa pada akhir 2024.

Selain Malaysia, sejumlah negara lain termasuk Indonesia juga telah menerapkan regulasi ketat untuk menjauhkan anak-anak dari ekosistem media sosial. Sementara itu, Inggris dan Spanyol dilaporkan tengah mempertimbangkan kebijakan serupa.

Di bawah aturan baru ini, anak-anak di bawah usia 16 tahun sama sekali tidak diizinkan mendaftar akun media sosial. Platform raksasa seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube wajib menerapkan sistem verifikasi usia yang ketat.

Proses verifikasi ini berlaku dua arah. Pengguna baru wajib melewati pemeriksaan saat mendaftar, sedangkan pengguna lama akan diminta membuktikan bahwa mereka telah berusia di atas 16 tahun.

Baca selengkapnya di sini

 

3. Google Rombak Total Tampilan Android 17, Fitur Lama Ini bakal Dibuang

Android 17. Credit: Google

Google baru saja menggelontorkan pembaruan Android 17 QPR1 Beta 3 ke publik. Meski masih berstatus uji coba, pembaruan ini membawa perombakan besar pada tampilan antarmuka (user interface/UI), terutama pada fitur media app switcher.

Bagi kamu yang sering merasa risih dengan tampilan pemutar musik saat ini, kabar ini tentu menjadi angin segar.

Mengutip GSMArena, Minggu (23/5/2026), Google memutuskan untuk membuang desain carousel yang selama ini mengharuskan pengguna menggeser layar ke kanan atau ke kiri untuk berpindah aplikasi.

Pada versi Android saat ini, semua aplikasi media yang aktif akan berjejer di panel notifikasi. Pengguna harus melakukan swipe untuk mencari lagu yang sedang diputar di aplikasi lain, seperti dari Spotify ke YouTube Music.

Namun, di Android 17 nanti, sistem akan merampingkan aplikasi media lainnya menjadi tiny cards (kartu-kartu kecil). Ketika pengguna mengetuk kartu tersebut, tampilannya baru akan melebar.

Baca selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya