Liputan6.com, Riau PT PLN (Persero) perlahan telah menyelesaikan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra setelah terjadi gangguan meluas pada jaringan transmisi interkoneksi.
Hingga Minggu (24/5/2026) pukul 06.00 WIB, sebanyak 176 gardu induk yang terdampak telah kembali beroperasi normal, sementara pasokan listrik ke rumah-rumah warga mulai pulih secara bertahap.
Advertisement
"Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di daerah, sistem kelistrikan Sumatra kini telah kembali normal," kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat meninjau kesiapan operasional PLTU Tenayan di Pekanbaru, Riau.
Darmawan menyebutkan bahwa proses pemulihan ini dilakukan dengan sangat hati-hati demi mengedepankan aspek keamanan dan keandalan sistem.
Pemulihan dilakukan melalui beberapa tahapan penting, seperti menghubungkan ulang jaringan transmisi Sumatra yang sempat terganggu.
Menyalakan kembali pembangkit listrik secara bertahap. Memasukkan daya listrik dari pembangkit ke sistem transmisi utama untuk disalurkan ke masyarakat.
Atas kesabaran masyarakat selama proses penormalan ini, pihak PLN juga menyampaikan apresiasi yang mendalam.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," kata Darmawan.
Kementerian ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) mempercepat proses pemulihan pasokan listrik setelah gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan padamnya aliran listrik di sejumlah wilayah Sumatera.
Pemerintah juga memastikan investigasi menyeluruh dilakukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, pemerintah bersama Kementerian Sekretariat Negara dan PT PLN (Persero) saat ini terus melakukan koordinasi intensif untuk menangani gangguan sistem kelistrikan yang terjadi pada Jumat (23/5/2026).
Menurut dia, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap insiden pemadaman tersebut karena tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah yang terkena dampak.
“Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian (blackout) ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak,” kata Yuliot dikutip dari Antara, Minggu (24/6/2026).
Selain percepatan pemulihan, pemerintah juga meminta PLN memastikan pasokan listrik dapat kembali normal dalam waktu secepat mungkin agar aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa.