Viktor Axelsen Kritik Perubahan Sistem Poin 3x15 BWF, Ungkap 3 Kerugian untuk Bulu Tangkis

Viktor Axelsen menilai skor sistem dari 3x21 menjadi 3x15 merupakan perubahan besar di dunia bulu tangkis.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 25 Mei 2026, 08:30 WIB
Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen dari tim Lightning berusaha mengembalikan kok ke arah Kodai Naraoka dari tim Rockets dalam laga tunggal putra Badminton XL 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (04/10/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Legenda tunggal putra dunia Viktor Axelsen memberikan pandangannya terkait perubahan sistem skor dari 3x21 menjadi 3x15. Ia menilai keputusan BWF tersebut dapat menghilangkan dan merugikan bulu tangkis dunia.

BWF selaku induk bulu tangkis dunia telah melakukan perubahan besar terkait sistem skor. Mereka mengubah pertandingan hanya akan dimainkan dengan format 3x15, dari yang sebelumnya 3x21.

Perubahan sistem skor ini telah disetujui di Annual General Meeting BWF di Horsens, Denmark. Format 3x15 rencananya akan mulai diberlakukan pada musim 2027 alias tahun depan.

Sampai saat ini perubahan sistem skor menuai pro dan kontra. Tak sedikit yang setuju dengan tujuan mempersingkat pertandingan, tapi ada juga yang menolak karena memengaruhi jalannya laga.


Momen Comeback Bisa Hilang

Pebulu tangkis tunggal putra Denmark Viktor Axelsen merayakan kemenangan atas pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dalam laga final tunggal putra Indonesia Open 2023 di Istora Senayan, Minggu (18/6/2023) petang WIB. (AP Photo/Dita Alangkara)

Viktor Axelsen sebagai salah satu legenda bulu tangkis dunia, ada di kubu yang kontra. Ia menyebut keputusan BWF mengubah skor dapat menghilangkan sejumlah aspek yang biasanya ada dalam bulu tangkis.

"Saya pikir, itu adalah perubahan besar bagi olahraga ini. Saya pikir kita akan kehilangan beberapa aspek daya tahan," kata Axelsen ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (24/5).

"Dan beberapa momen comeback (membalikkan keadaan) selama pertandingan dan hal-hal seperti itu. Saya rasa kita akan kehilangan itu dengan pengaturan 15 poin," tambah pemilik dua emas Olimpiade ini.


Bumbu Drama dan Taktik Tidak Ada Lagi

Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen melepaskan pukulan backhand ke arah lawannya, pebulu tangkis Malaysia, Ng Tze Yong pada laga babak 16 besar tunggal putra All England 2023 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (16/3/2023). Viktor Axelsen kalah rubber game, 15-21, 21-9 dan 21-23. (PA via AP Photo/Zac Goodwin)

Menurut Axelsen, akan sulit menyaksikan pertandingan bulu tangkis nantinya yang seru dengan pasangan/pemain membalikkan keadaan dari 5-11 untuk kemudian jadi yang paling cepat menyentuh angka 21 untuk mengemas kemenangan.

"Ya, saya rasa kita akan kehilangan drama dan taktik sedikit. Saya suka sejarah yang ada dalam sebuah pertandingan, itu bisa naik dan turun. Meskipun Anda tertinggal 11-5 atau semacamnya, Anda bisa bangkit kembali," katanya.

"Itu sangat sulit jika Anda hanya bermain sampai 15 poin. Tapi mungkin saya salah. Saya rasa itu bukan perubahan terbaik untuk olahraga ini, tapi mari kita lihat, mungkin saya salah," sambung dia.


Bakal Munculkan Banyak Kejutan

Lebih jauh, Axelsen juga merasa perubahan sistem skor ini akan jadi ancaman nyata untuk para pemain top dunia. Mereka bisa saja dikejutkan oleh pebulu tangkis yang secara peringkat lebih rendah. Sebab pemenang dari sistem skor 3x15 adalah mereka yang langsung nyetel dan siap dari awal pertandingan. 

 "Saya rasa secara fisik tidak akan semenantang 21 poin, tetapi akan ada lebih banyak kejutan selama turnamen berlangsung menurut saya, karena harus siap sejak awal dan tidak boleh terlalu santai. Jadi kita akan lihat bagaimana kelanjutannya," ungkapnya.

"Ketika Anda hanya perlu mencetak 15 poin, terutama pemain bertipe menyerang, jika mereka datang dan keberuntungan ada di pihak mereka dan mereka bermain di level tertinggi mereka, dan mungkin pemain berperingkat lebih tinggi belum cukup panas atau siap, maka bisa terjadi kejutan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya