Berencana Jual XRP? Analis: Jangan Buru-buru

Analis menilai tekanan pada XRP belum menjadi sinyal kejatuhan. Pergerakan harga justru disebut membuka peluang kenaikan baru.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 25 Mei 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi aset kripto XRP. (Gambar by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Kepanikan di pasar kripto disebut sedang meningkat, dengan sebagian pelaku pasar mulai memperkirakan XRP akan mengalami penurunan tajam. Namun, pandangan berbeda justru disampaikan analis Evan Clegg yang menilai situasi saat ini belum mengarah pada pelemahan besar.

Menurut Clegg, dikutip dari CoinmarketCap, Senin (25/5/2026), XRP saat ini bergerak dalam pola teknikal tightening wedge atau pola penyempitan pergerakan harga. Pola seperti ini sering dianggap sebagai fase konsolidasi yang dapat mendahului pergerakan besar berikutnya.

Berdasarkan data, XRP diperdagangkan di level USD 1,36 dengan harga bergerak di atas area penyempitan sekitar USD 1,33. Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas juga terlihat terus menurun.

Clegg menjelaskan pola tersebut biasanya menunjukkan kondisi pasar yang sedang berada dalam fase keseimbangan, ketika pembeli dan penjual bergerak dalam rentang yang semakin sempit.

Semakin mendekati ujung pola tersebut, menurut dia, peluang terjadinya pergerakan besar juga semakin terbuka dibanding harga bergerak mendatar lebih lama.

Meski sentimen negatif di media sosial meningkat, Clegg menilai tekanan yang muncul saat ini lebih banyak dipicu volatilitas jangka pendek dibanding sinyal pelemahan teknikal yang signifikan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Akumulasi Paus Kripto Dinilai Perkuat Peluang XRP Naik

Ilustrasi kripto XRP. (Foto by AI)

Selain pergerakan grafik, sejumlah indikator teknikal juga dinilai mulai menunjukkan sinyal stabilisasi.

Relative Strength Index (RSI) XRP saat ini berada di kisaran 37. Secara historis, level tersebut lebih sering dikaitkan dengan fase akumulasi dibanding tren penurunan berkepanjangan. Kondisi itu dapat mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan investor jangka panjang mulai kembali masuk ke pasar.

Jika XRP bergerak naik sesuai skenario Clegg, target pertama diperkirakan berada di kisaran USD 1,60. Apabila momentum terus menguat, harga bahkan berpotensi bergerak menuju USD 1,94.

Di sisi lain, level USD 1,13 dinilai menjadi area penting yang perlu dijaga. Penurunan di bawah titik tersebut berpotensi melemahkan struktur teknikal yang saat ini terbentuk.

Sinyal positif lainnya juga datang dari aktivitas jaringan (on-chain). Dalam sepekan terakhir, dompet besar atau paus kripto dilaporkan mengakumulasi lebih dari 71 juta XRP. Selain itu, lebih dari 4.300 alamat baru juga tercipta hanya dalam waktu 24 jam.

Penarikan XRP dalam jumlah besar dari Binance juga memicu spekulasi bahwa investor besar mulai melakukan reposisi menjelang potensi pergerakan harga berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya