Agnes Monica Berhenti Kuliah karena Barack Obama

Namun Agnes tetap tak berniat untuk terjun ke dunia politik.

oleh Liputan6 diperbarui 11 Okt 2013, 10:30 WIB
Album Agnes Monica Sacredly Agnezious resmi meluncur pada tanggal 1 April 2009. Berbeda dengan album-album sebelumnya, kali ini Agnes lebih terlibat secara langsung dalam pengerjaan albumnya. Tapi, tentu saja dengan dibantu sejumlah musikus ternama, yaitu Erwin Gutawa, Dewiq, Pay, dan DJ Sumantri. Di album ini, Agnes turut terlibat sebagai produser dan pencipta lagu.

Dalam penjelesannya, album Sacredly Agnezious memiliki arti tersendiri.‘Sacredly’ bisa diartikan takdir, dan ‘Agnezious’ adalah kata sifat yang mengacu pada ke-Agnes-an, yang intinya album ini adalah it’s all about Agnes.

Memang, kebanyakan lagu-lagu di album ini mengajak pendengarnya untuk mendalami apa yang ada di pikiran Agnes, dan bagi Agnes yang juga mahir nge-dance, tak lupa juga menampilkan dance di album ini sebagai prioritas utama.

Foto dok. Liputan6.com

Terbukti dari track satu sampai ketiga, kental sekali dengan nuansa nge-beat. ‘Godai Aku’, single up beat Agnes yang lebih dulu mencetak hits, juga ‘Janji-janji’ dan ‘Hanya Menunggu’ mampu mengajak pendengar menari, let’s dance!

Begitu juga terdengar di ‘A,G,N,E,Z’ dan ‘Shake it Off’, masih dengan nuansa beat dance.  Tentu saja ini bikin album ini terdengar lebih agresif dibanding album sebelumnya.

Untuk kesekian kalinya, keterlibatan Agnes untuk go international terlihat pada tanggal 14 Oktober 2009, dimana dirinya ikut ambil bagian dalam konser pementasan lagu-lagu grup legendaris ABBA bertajuk 'Dancing Queen' di Istora Senayan dengan menyanyikan lagu 'The Winner Take It's All'.

Foto dok. Liputan6.com

Banyaknya kegiatan yang mulai padat dijalaninya membuat Agnes harus membuat keputusan besar dimana dirinya akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jurusan Hukum Universitas Pelita Harapan dengan IPK terakhir 3,67.

Namun, pengunduran diri ini bukan berarti dia putus sekolah. Sebagai bagian dari cita-citanya go international, Agnes memilih kuliah di Oregon State University (OSU), Amerika Serikat, dengan program distance education di jurusan Political Science.

"Tadinya sih, mau kuliah hukum, ilmu yang sudah dipelajari selama di Universitas Pelita Harapan (UPH). Tapi, di Amerika itu nggak ada S1 Hukum, adanya S2. Orang yang ngambil Hukum itu harus sudah menguasai ilmu-ilmu yang lain dulu. Aku memang suka politik. Barack Obama juga dulu ambil Political Science, makanya aku ambil ilmu politik,” cerita Agnes.

Kapabilitas Agnes di dunia musik memang sudah tak bisa dianggap remeh. Di tahun 2010, Agnes mendapat kehormatan menjadi juri dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Kehadiran Agnes di ajang tersebut memang sempat diragukan karena usianya yang masih terlalu muda.

Foto dok. Liputan6.com

"Kalau pengalaman, jangan dilihat dari umur. Dengan prestasi yang aku dapat, nggak ada beban buatku berada di antara Mas Anang dan Mas Erwin. Aku sendiri merasa bukan jadi juri, aku dibiarkan jadi diri sendiri, aku sebagai teman mereka para peserta. Aku akan bagi pengalamanku ke mereka," kata Agnes.

Agnes semakin menambah pengalamannya ketika menjadi salah satu pembawa acara karpet merah ajang penghargaan tahunan American Music Awards yang diselenggarakan di Nokia Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat. Ia tampil menggunakan busana bermotif batik dan kebaya, serta sesekali menggunakan bahasa Indonesia.
"Jadi pas membawakan acara ini ingat waktu ngehost Tralala-Trilili. Padahal itu sudah sepuluh tahun yang lalu lebih aku ngehost di acara itu," kata Agnes mengenang.

Pada kesempatan tersebut, Agnes juga berduet bersama penyanyi Meksiko Christian Chávez dalam lagu berjudul "En Dónde Estás" yang dikemas dalam bahasa Spanyol, Inggris, dan Indonesia.

Foto dok. Liputan6.com

Di tahun 2011, Agnes meluncurkan sebuah album kompilasi terbaik yang diberi judul Agnes Is My Name. Album ini memuat sepuluh singel pilihan dari tiga album studio sebelumnya, ditambah dua lagu terbaru 'Karena Ku Sanggup dan 'Paralyzed'. Album ini hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia dan meraih plakat "Million Award" untuk penjualan lebih dari satu juta keping dalam waktu empat bulan.

Pada bulan September 2011, Agnes berduet dengan penyanyi senior Amerika Serikat Michael Bolton pada lagu 'Said I Loved You...But I Lied'. Lagu tersebut direkam sebagai lagu tambahan dalam album Bolton bertajuk Gems: The Duets Album khusus untuk edisi Asia. Agnes juga berduet dengan Andy /rif sebagai penyanyi tamu pada lagu 'Berkelana ke Ujung Dunia' di album keempat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bertajuk Harmoni.(Adt)

Baca Kisah Sebelumnya:
Agnes Monica dengan Mimpi Go International
Album Perdana Agnes Monica Belum Dirilis, Sudah Banyak Dipesan
Agnes Monica Kecil, Pintar, Cantik dan Menggemaskan

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya