Thailand `Ogah` Terima Mobil RI Bikin Neraca Dagang Terus Defisit

Defisit perdagangan kumulatif Indonesia-Thailand sepanjang Januari-Agustus 2013 tercatat mencapai US$ 3,9 miliar.

oleh Fiki AriyantiDiterbitkan 09 Oktober 2013, 12:15 WIB
Defisit perdagangan Indonesia dan Thailand yang terus membengkak terjadi karena impor produk-produk otomotif, misalnya kendaraan bermotor.

Bahkan Thailand menduduki posisi ketiga sebagai negara pengekspor ketiga di Indonesia, termasuk untuk ekspor kendaraan bermotor.

Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan mengatakan, pemerintah Indonesia berupaya untuk melakukan diskusi supaya produk otomotif negara ini bisa lebih diterima di Thailand di acara APEC 2013.

"Ada, tadi kami sudah minta agar otomotif Indonesia lebih resilient karena mereka (Thailand) juga mengirim produk otomotif ke sini," tutur dia di Nusa Dua, Bali, seperti ditulis Rabu (9/10/2013).

Lebih jauh Gita mengeluhkan, seringnya mendapat penolakan dari pihak Thailand terhadap ekspor produk otomotif Indonesia, salah satunya kendaraan bermotor.

"Seringkali Indonesia mengirim produk otomotif ke sana (Thailand) tapi sering ditolak. Mungkin karena catnya atau terus mereka komplain mengenai hortikultura mereka yang ditolak," terang dia.

Namun, dia menuturkan, penolakan tersebut hanya masalah pembatasan pelabuhan dan telah diberikan penjelasannya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari defisit perdagangan kumulatif dari Indonesia-Thailand sepanjang Januari-Agustus 2013 mencapai US$ 3,9 miliar.

Sedangkan neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif pada Januari-Agustus 2013 masih mengalami defisit sebesar US$ 5,54 miliar. Sedangkan neraca perdagangan di Agustus 2013 tercatat surplus sebesar US$ 132,4 juta. (Fik/Nur)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya